Pemasaran Kripik Pisang Kapas
Bagi anda penimat Keripik Pisang Kapas,,,anda bisa dapat kan keripik itu dengan Rp.10.000 Blum Termasuk Ongkir yAaaaaaaaaaaaaa.. Untuk Pemesanan Hub : 085624233327
Bagi anda penimat Keripik Pisang Kapas,,,anda bisa dapat kan keripik itu dengan Rp.10.000 Blum Termasuk Ongkir yAaaaaaaaaaaaaa.. Untuk Pemesanan Hub : 085624233327
Diposting oleh romli di 01.29 0 komentar
2500 Tiket Gratis Bagi Bobotoh
February 12th, 2010 | Author: blmnst!
Bagi bobotoh yang akan menyaksikan Pertandingan Persebaya melawan Persib Bandung pada minggu nanti, Yayasan Suporter Surabaya telah mengajukan usulan kepada panpel Persebaya agar menyediakan satu tribun ekonomi gratis untuk para pendukung Persib Bandung. Seperti yang dikatakan oleh ketua Yayasan Suporter Surabaya, Wastomi Suheri di Surabaya.
“YSS sudah menghubungi panpel dan mereka setuju untuk memberikan fasilitas tiket gratis sebesar satu tribun ekonomi berkapasitas sekitar 2500 penonton. Selain itu, kita juga menyediakan fasilitas penginapan dan tempat istirahat di markas besar bonek di Jl. Simpang Dukuh, lalu fasilitas angkutan ke stadion, dan juga makan malam,” katanya kepada wartawan termasuk simamaung.com.
Full service terhadap bobotoh itu mereka berikan sebagai balasan atas perlakuan tuan rumah sebulan yang lalu terhadap para supporter bonek yang datang ke Bandung untuk menyaksikan Persebaya bertanding melawan Persib di stadion Jalak Harupat.
Untuk bobotoh yang akan membeli tiket tribun lain juga bisa memesannya di markas besar bonek tersebut sampai hari pertandingan. Pada pertandingan di stadion Gelora 10 November, Tambaksari, Surabaya, yang berkapasitas 27.000 penonton ini, tiket tribun timur dijual dengan harga Rp. 20.000,00 sedangkan tiket tribun utama Rp. 50.000,00 dan tribun VIP dijual dengan harga Rp. 100.000,00.
Beberapa kloter bobotoh sudah berangkat ke Surabaya, baik dengan menggunakan angkutan bus, kereta, ataupun dengan kendaraan pribadi, dengan melalui jalur utara maupun selatan. Sebelumnya bobotoh yang ikut mendukung di kediri telah lebih dahulu tiba selasa lalu. Wastomi memperkirakan rombongan paling besar akan tiba di kota pahlawan ini pada minggu siang.
“Demi hubungan baik antara kedua suporter, kita tidak akan membatasi kuota bobotoh yang akan datang ke Surabaya, silahkan datang,” lanjutnya.
Posted in Artikel & News | Tags: bonek, Persebaya
Untuk Update Berita dan Pertandingan PERSIB BANDUNG, Klik :
Facebook: http://www.facebook.com/simamaung
Twitter Persib: http://www.twitter.com/persib
Twitter Simamaung: http://www.twitter.com/simamaung
Diposting oleh romli di 05.29 0 komentar
Persib vs Persik 6-1
January 26th, 2010 | Author: blmnst!
PERSIB BANDUNG vs Persik Kediri
Liga Super Indonesia 2009/2010
Selasa, 26 Januari 2010
Stadion Si Jalak Harupat
Live Antv, RRI Bandung
Wasit: Yandri
Gol Pertandingan ini bisa diakses di http://tv.simamaung.com/
Tekan F5 untuk me-refresh halaman ini.
Line Up Persib : Sinthaweechai, Maman abdurahman (C), Nova Arianto, Christian Rene, Hariono, Eka Ramdani, Suchao Nuchnum, Atep, Gilang Angga, Hilton Moreira, Christian Gonzales
Line Up Persik : Herman, Khusnul Yuli (C), Gunawan Dwi Cahyo, Mekan Nasirov, Agus Susanto, Suswanto, Jefri Dwi Hadi, Legimin Raharjo, Harianto, Saktiawan Sinaga, Qiskil Gandruminni.
(lineup pemain berdasarkan daftar susunan pemain yang diterima oleh para jurnalis sebelum pertandingan. Perubahan pemain tetap tergantung keputusan akhir pelatih)
Untuk Update berita Persib Bandung, bergabunglah dengan Fans Page Facebook simamaung.com di http://www.facebook.com/simamaung dan Bergabunglah dengan twitter @Persib di http://www.twitter.com/persib.
Ini adalah pertandingan terakhir dari SUCHAO NUCHNUM #15 sebelum ia pulang ke negaranya Thailand beberapa hari kedepan.
o : cuaca di soreang agak mendung
0 : Jaya Hartono menurunkan komposisi terbaiknya yang sabtu lalu menundukan Persebaya dengan skor 4-2.
0: Patricio Morales dan Mahyadi Pangabean disimpan oleh pelatih Kusnul Yuli di bench
0: Kick off. Persib dengan kostum Biru-biru-putih di sebelah utara dan Persik dengan putih-kuning-kuning di sebelah selatan
1 : Pelanggaran terhadap suchao di sisi kanan pertahanan Persik
2 : tendangan bebas langsung atep ditepis Herman, corner kick
2 : tendangan gunting hilton kembali di tepis Herman corner kick ke-3
3: Sundulan Nova memanfaatkan tendangan sudut Atep masih menyamping di kiri gawang Herman
7: Offside Gonzales
9 : Hands ball Mekan Nasirov
9: tendangan bebas Atep menyamping tipis di kiri gawang Persik
11 : Tendangan Atep membentur tiang kanan gawang, tendangan rebound Eka menyamping
13: Suchao terperangkap Offside
13: Benturan Maman dan Saktiawan. Tidak ada pelanggaran
16 : Pelanggaran Jefri terhadap Hariono di tengah lapang
16 : Benturan kepala antara Rene dan Suswanto, Suswanto tidak dapat meneruskan pertandingan dan diganti oleh Amarildo Sousa
18 : Tendangan jarak jauh Kusnul Yuli tipis diatas mistar Kosin
21 : Tendangan Gonzales masuk ke gawang namun hakim garis telah mengangkat bendera tanda offside
23 : Gotekan Kusnul Yuli tidak sempurna hanya menghasilkan tendangan gawang buat Kosin
25 : Suchao terlalu tergesa-gesa dalam mengambil keputusan untuk menendang bola, melambung jauh
28 : Bola placing Eka Ramdani dari jarak 19 meter mengenai mistar gawang Herman Batak
29 : Hilton terlalu egois dalam memanfaatkan peluang didepan gawang padahal ada 3 penyerang di dalam kotak penalti Persik
30 : Sundulan Gonzales melambung, meneruskan umpan sudut Eka Ramdani
32 : GOL KE-5 Gonzales dalam 4 pertandingan terakhir berturut-turut. Sebelumnya dua kali tembakan Atep masih dapat di blok oleh herman dan para bek Persik, namun kemelut didepan gawang Persik itu disambar oleh el loco. 1-0
36 : Penetrasi Agus Susanto digagalkan Maman
38 : Gilang Angga meliuk-liuk di kotak penalti sebelum melakukan tendangan melambung
39 : Qiskil dilanggar Nova di dekat sudut sebelah kanan pertahanan Persib. Peluang terbuang setelah sundulan pemain Kediri menyamping
42 : Persib memimpin 2-0. Di awali oleh lemparan kedalam yang cepat oleh Gonzales, Atep lalu mengirimkan crossing kedepan gawang, sekali kontrol dengan dada Hilton, lalu gampang saja menaklukan Herman Batak dari jarak dekat. GOL HILTON
44 : Handsball Jefri . 23 meter didepan gawang. Tembakan kedua Atep melambung
46 : Miss kick Gonzales, sebelumnya Hilton menyisir dari sayap kiri sampai ke dekat garis gawang lalu mengirimkan crossing datar kepada gonzales di jarak 5 meter didepan gawang
46 : Selesai babak pertama. Persib sementara unggul 2-0. Dengan hasil ini, sementara Maung Bandung nangkring di posisi ke-3 klasemen sementara
46 : Kick off babak kedua, pindah tempat, Persib di selatan, Persik di utara, belum ada pergantian pemain
47 : Umpan terobosan Persik dipotong Kosin
48 : Hujan turun di soreang
51 : Pelanggaran Gonzales terhadap Mekan
52 : Bola placing Suchao masih dapat ditepis Herman Batak
53 : Nova Arianto Ngesot! 3-0. memanfaatkan bola tendangan sudut yang diambil oleh Atep. Sundulannya keras menghujam gawang Persik
55 : Gonzales dilanggar di kotak penalti namun wasit tak bergeming. Pergantian pemain, Morales masuk ganti Harianto
56 : GOL AMARILDO SOUSA 3-1. lewat sundulan.
57 : Offside Hilton
61 : Herman Batak lebih cepat daripada Gonzales
62 : Tembakan Sakti dipelukan Kosin
63 : Heading Hilton bergulir dimulut gawang Persik
64 : FANTASTIC GOAL BY SUCHAO 4-1. Langsung dari tendangan sudut kedalam gawang! Perpisahan manis dari suchao tercinta!
67 : Tendangan Gilang ditepis Herman
71 : 4 tendangan sudut berturut-turut buat Persik Kediri dalam dua menit terakhir
75 : Tendangan melambung jauh dari pemain Persik. Budi bersiap dipinggir lapang
76 : Budi masuk ganti Hilton, Maman mengganti sepatu dari merah menjadi kuning khusus buat lapangan basah
80 : Tendangan bebas dari jarak sekitar 34 meter didepan gawang Herman Batak menembus jala. GOL PERTAMA BUDI SUDARSONO buat Persib Bandung! 5-1 maung mendominasi
82 : Cucu menggantikan Hariono. Beberapa bagian lapang tergenang air
83 : Bola yang mengarah ke gonzales yang kosong didepan gawang terhenti gara-gara genangan air
85 : Bola deflected ke arah gawang dibaca dengan sempurna oleh Kosin
87 : reflek luar biasa milik Kosin menetis bola keras sundulan Saktiawan. Persik terus menekan di sisa waktu
88 : Bola keras hasil sepakan cucu menyamping. Wildan masuk ganti Nova
89 : Crossing deras Atep tidak mengenai kepala Gonzales di depan gawang kosong
90 : Bola Chip Budi Sudarsono bergulir kedalam gawang Herman Batak. 6-1 Persik digunduli. 2 GOL BUDI hari ini.
92 : FULL TIME! Suchao mendapat karangan bunga dari bobotoh. Bye Suchao!
Diposting oleh romli di 05.24 0 komentar
Anand Krisna Sering Minta Dipijat Sampai Orgasme
Jum'at, 12 Februari 2010 - 18:26 wib
TEXT SIZE :
Fahmi Firdaus - Okezone
anandkrisnacooperation
JAKARTA – Tokoh spiritual Anand Krisna dilaporkan sejumlah orang ke Komnas Perempuan karena dugaan tindakan cabul kepada para pengikutnya.
Menurut salah seorang korban bernama SM (34), selain kerap menghipnotis pengikutnya, Anand juga sering meminta untuk dipijat di bagian sensitifnya hingga mengeluarkan sperma.
“Selain sering diminta memijat sampai itunya (sperma) keluar, payudara saya juga sering diremas-remas,” ujar SM kepada wartawan di Komnas Perempuan, Jalan Latuharhari, Jakarta, Jumat (12/2/2010).
Menurut pengakuan SM, Anand juga sering mengusap kepalanya hingga tak sadarkan diri. “Bahkan ketika saya berhubungan badan dengan suami saya, saya merasa sedang bersenggama dengan Anand,” tandasnya.
SM mengaku sudah sepuluh tahun mengikuti ajaran Anand. Empat tahun terakhir, SM diangkat menjadi terapis dan digaji Rp800 ribu per bulan.
Sebagaimana diketahui, Anand Krisna dilaporkan ke Komnas perempuan oleh tujuh perempuan yang mengaku pernah menjadi korban pencabulan Anand. Rencananya, mereka juga akan melaporkan ahli spiritual ini ke polisi.
Diposting oleh romli di 05.17 0 komentar
Stress dan Adaptasi
KONSEP STRESS DAN ADAPTASI
A. STRESS DAN STRESSOR
1. PENGERTIAN STRESS DAN STRESSOR
STRESS adalah segala situasi dimana tuntutan non specific mengharuskan seorang individu untuk berespon atau melakukan tindakan (Selye, 1976).
Lazarus dan Folkman (1994) mendefinsikan stress psikologis sebagai hubungan khusus antara seseorang dengan lingkungannya yang dihargai oleh orang lain tersebut sebagai pajak terhadap sumber dayanya dan membahayakan kemapanannya.
Stres dianggap sebagai faktor predisposisi atau pencetus yang meningkatkan kepekaaan individu terhadap penyakit (Rahe, 1975).
STRESSOR adalah stimuli yang mengawali atau mencetuskan perubahan. Stressor menunjukkan suatu kebutuhan yang tidak terpenuhi dan kebutuhan tersebut bisa kebutuhan fisiologis, psikologis, sosial, lingkungan , perkembangan dan kebutuhan cultural.
2. MACAM-MACAM STRESSOR
Stressor internal : berasal dari dalam diri seseorang (mis : demam, kondisi seperti kehamilan atau menopause, atau suatu keadaan emosi seperti rasa bersalah).
Stressor eksternal : berasal dari luar diri seseorang (mis : perubahan bermakna dalam suhu lingkungan, perubahan dalam peran keluarga atau sosial, tekanan dari pasangan).
B. HOMEOSTASIS
1. PENGERTIAN HOMEOSTASIS
Homeostasis adalah keadaan yang relatif konstan di dalam lingkungan internal tubuh, dipertahankan secara alami oleh mekanisme adaptasi fisiologis.
Adaptasi fisiologis terhadap stress adalah kemampuan tubuh untuk mempertahankan keadaan relatif seimbang. Kemampuan adaptif ini adalah bentuk dinamik dari ekuiliblrium lingkungan internal tubuh. Lingkungan internal secara konstan berubah, dan mekanisme adaptif tubuh secara kontinyu berfungsi untuk menyesuaikan diri terhadap perubahan ini dan untuk mempertahankan ekuilibrium atau homeostasis.
Homeostasis dipertahankan oleh mekanisme fisiologis yang mengontrol fungsi tubuh dan memantau organ tubuh. Untuk sebagian besar mekanisme ini dikontrol oleh sistem saraf dan endokrin dan tidak mencakup perilaku sadar. Tubuh membuat penyesuaian dalam frekwensi jantung, frekwensi pernapasan, tekanan darah, suhu tubuh, keseimbangan cairan dan elektrolit, sekresi hormon dan tingkat kesadaran yang semuanya ditujukan untuk mempertahankan adaptasi.
Dubos (1965) mengemukakan pandangan lebih lanjut ke sifat dinamis respons-respons tersebut. Dia mengatakan bahwa ada dua konsep yang saling mengisi : homestasis dan adaptasi. Homeostasis menekankan pada perlunya penyesuaian yang harus segera dilakukan tubuh untuk menjaga komposisi internal selalu dalam batas yang bisa diterima, sedangkan adaptasi lebih menekankan pada penyesuaian yang berkembang sesuai berjalannya waktu. Dubos juga menekankan bahwa ada batasan respon terhadap stimuli yang dapat diterima dan bahwa respon tersebut bisa berbeda pada setiap individu. Baik homestasis maupun adaptasi dangat diperlukan untuk dapat bertahan dalam dunia yang selalu berubah.
2. MEKANISME HOMEOSTASIS
Ketika seseorang menyadari tentang kebutuhan fisiologis tidak terpenuhi seperti makanan atau kehangatan, tindakan yang akan dilakukan adalah untuk memenuhi kebutuhan tersebut . Untuk sebagian besar bagaimanapun juga , adaptasi mencakup penyesuaian yang dibuat tubuh secara otomatis untuk mempertahankan ekuilibrium. Mekanisme homeostasis ini adalah pengaturan – mandiri, dengan kata lain, mekanisme ini adalah otomatis. Namun demikian, pada individu yang sakit atau mengalami cedera, mekanisme ini mungkin tidak mampu untuk mempertahankan atau menopang homeostasis.
Mekanisme fisiologis adaptasi berfungsi melalui umpan balik negatif, yaitu duatu proses dimana mekanisme kontrol merasakan suatu keadaan abnormal, seperti penurunan suhu tubuh, dan membuat suatu respon adaptif, seperti mulai menggigil untuk membangkitkan panas tubuh. Ketiga dari mekanisme utama yang digunakan dalam mengadaptasi stressor dikomtrol oleh medulla oblongata, formasi reticular dan kelenjar hipofisis.
Medula Oblongata
Medula oblongata mengontrol fungsi vital yang diperlukan untuk bertahan hidup. Fungsi ini termasuk frekwensi jantung, tekanan darah dan pernapasan. Impuls yang menjalar ke dan dari medulla oblongata dapat meningkatkan atau menurunkan fungsi vital ini. Misalnya pengaturan denyut jantung adalah sebagai hasil dari ilmpuls sistem saraf simpatis dan parasimpatis yang menjalar dari medulla oblongata ke jantung. Frekwensi jantung meningkat dalam berespon terhadap denyut dari serabut saraf simpatis dan menurun akibat impuls dari serabut parasimpatis.
Formasi reticular
Formasi reticular adalah kelompok kecil neuron dalam batang otak dan medulla spinalis. Kelompok ini juga mengontrol fungsi vital dan secara kontinu memantau status fisiologis tubuh melalui sambungan dengan traktus sensoris dan motoris. Misalnya , sel-sel tertentu dalam formasi reticular dapat menyebabkan orang yang sedang tidur terbangun atau meningkatkan tingkat kesadarannya ketika timbul kebutuhan.
Kelenjar hipofisis
Kelenjar hipofisis adalah kelenjar kecil yang melekat pada hypothalamus, menyuplai hormon yang mengontrol fungsi vital tubuh. Kelenjar hipofisis menghasilkan hormon yang diperlukan untuk beradaptasi terhadap stress. Selain itu, kelenjar hipofisis mengatur sekresi dari hormon-hormon tiroid, gonad, dan paratiroid. Sekresi hormon, seperti mekanisme homeostasis lainnya, normalnya diatur oleh mekanisme umpan balik yang secara kontinu memantau kadar hormon dalam darah. Ketika kadar hormon menurun, kelenjar hipofisis menerima pesan untuk meningkatkan sekresi hormon. Ketika kadar hormon meningkat, kelenjar hipofisis menurunkan produksi hormon.
C. MODEL-MODEL STRESS
1. PSIKOSOMATIK STRESS
Dalam menghadapi waktu konflik, seringkali terjadi gangguan pada fungsi badaniah. Gejala-gejala yang sebagian besar mengganggu fungsi faal yang berlebihan sebagai akibat dari manifestasi, gangguan jika ini dinamakan gangguan psikosomatik. Psikosomatik umumnya dapat membantu banyak dalam usaha mengerti hubungan antara kepribadian seseorang dengan penyakit atau gangguannya.
Suatu konflik menimbulkan ketegangan pada manusia dan bila hal ini tidak terselesaikan dan disalurkan dengan baik maka timbullah reaksi-reaksi yang abnormal pada jiwa. Jika ketegangan tersebut mengganggu fungsi susunan saraf negatif, maka hal tersebut yang dinamakan gangguan psikosomatik.
Adapun sebab-sebab timbulnya psikomotorik :
Penyakit organic yang pernah diderita dapat menimbulkan predisposisi untuk tuimbulnya gangguan psikomotorik pada bagian tubuh yang pernah sakit.
Merasakan penyakit orang lain yang secara tidak sadar diidentifikasikan .
Tradisi dan adapt istiadat dalam keluarga atau lingkungan dapat mengarahkan emosi kepada fungsi tertentu.
Suatu emosi yang menjelma menjadi suatu gangguan badaniah tertentu.
Konflik dan gangguan jiwa yang menjelma menjadi suatu gangguan badaniah biasanya hanya pada suatu alat tumbuh saja. Untuk klasifikasi, maka jenis gangguan dibagi menurut organ yang paling terkena, sebagai berikut :
Kulit
Pada dasarnya gangguan stress atau emosi dapat menimbulkan gangguan pada kulit. Hal ini telah lama diketahui. Beberapa penyeliodikan juga telah dilakukan utnuk mengetahui sejauh mana reaksi kulit terhadap kesukaran penyesuaian diri terhadap stress.
Otot dan tulang
Dalam kehidupan sehari-hari seringkali ditemukan seseorang yang mengalami nyeri otot selain disebabkan faktor hawa dan pekerjaan juga disebabkan oleh faktor emosi. Karena tekanan psikologik maka tonus otot akan meninggi dan penderita mengeluh nyeri kepala dan nyeri punggung. Ketegangan otot ini dapat menyebabkan ketegangan sekitar sendi dan menimbulkan nyeri sendi.
Saluran pernapasan
Gangguan psikosomatik yang timbul dari saluran pernapasan seperti asma bronkiale dengan bermacam-macam keluhannya, kecemasan dapat menimbulkan serangan asma.
Jantung dan pembuluh darah.
Pada saat mengalami stress biasanya seseorang merasakan bahwa jantungnya berdebat-debar . Stress yang menimbulkan kecemasan mempercepat denyut jantung, meninggikan daya pompa jantung dan tekanan darah. Gangguan yang mungkin saja timbul seperti hipertensiosensial, sakit kepala vaskuler dan migraine.
2. ADAPTASI MODEL
Setiap orang secara terus menerus akan menghadapi perubahan fisik, psikis, dan sosial baik dari dalam maupun dari lingkungan luar. Jika hal tersebut tidak dapat dihadapi dengan seimbang maka tingkat stress akan meningkat.
Model adaptasi menunjukkan bahwa empat faktor menentukan apakah suatu situasi adalah menegangkan (Mechanic, 1962). Empat faktor yang mempengaruhi Kemampuan untuk menghadapi stress itu adalah :
Biasanya tergantung pada pengalaman seseorang dengan stressor serupa, sistem dukungan, dan persepsi keseluruhan trehadap stressor.
Berkenaan dengan prktik dan norma kelompok sebaya individu.
Dampak dari lingkungan sosial dalam membantu seorang individu untuk beradaptasi terhadap stressor.
Sumber yang dapat digunakan untuk mengatasi stressor.
a. ADAPTASI FISIOLOGIS/BIOLOGIS
Pada dasarnya disetiap tubuh manusia telah terdapat mekanisme pertahanan yang bersifat alami dan bekerja secara teratur sehingga memungkinkan tubuh untuk dapat beradaptasi terhadap perubahan-perubahan yang berasal dari faktor internal. Mekanisme ini bekerja dengan sendirinya dan akan berubah menjadi suatu aksi tanpa didasari dan biasanya berfungsi dalam kondisi yang tidak normal.
b. ADAPTASI PSIKOLOGIS
Seseorang yang menghadapi stress akan mengalami kondisi-kondisi yang tidak mengenakkan secara psikis seperti timbulnya rasa cemas, frustasi, terancam, tak tentram yang semuanya itu berdampak pada munculnya suatu kontak konflik dalam jiwa mereka. dan konflik tersebut diekspresikan dalam bentuk kemarahan atau ekspresi-ekspresi lain yang dapat membuat orang tersebut merasa sedikit nyaman atau terlepas dari stress yang dihadapinya.
ADAPTASI SOSIAL BUDAYA
Setiap lingkungan sosial masyarakat mempunyai tatanan budaya masing-,masing. Antara lingkungan satu dan yang lainnya tentu memiliki budaya berbeda-beda. Perbedaan tersebut yang akhirnya menuntut setiap orang beradaptasi jika hal itu dapat dilakukan dengan baik maka akan tercipta keseimbangan. Namun jika hal tersebut tidak dapat dilakukan bukanlah suatu hal yang tidak mungkin jika orang tersebut akan mengalami stress.
ADAPTASI SPIRITUAL
Setiap agama dan kepercayaan mengandung ajaran yang hendaknya harus dijalankan oleh penganutnya. Ajaran-ajaran ini tentunya juga harus turut andil dalammengatur perilaku manusia ini. Oleh karena itu dalam rangka memenuhi ajaran-ajaran tersebut pasti terjadi perubahan dalam perilaku manusia.
3. LINGKUNGAN SOSIAL MODEL
Keadaan lingkungan dan masyarakat sangat mempengaruhi seseorang dalam beradaptasi. Keadaan lingkungan yang stabil dan seimbang akan memudahkan seseorang dalam beradaptasi. Sedangkan keadaan masyarakat dengan hubungan sosial yang baik juga akan memudahkan individu dalam melakukan adaptasi agar terhindar dari stress.
4. PROSES MODEL
Pada dasarnya proses model adalah berlangsungnya kejadian dan masalah yang terjadi pada seseorang sehingga mempengaruhi orang tersebut yang pada akhirnya mengalami stress dan proses menghadapi stress itu sendiri.
D. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RESPON TERHADAP STRESSOR
1. INTENSITAS
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa pada dasarnya tubuh atau jiwa manusia mempunyai ketahanan atau kekuatan yang berasal dari dalam. Tingkat kekuatan ini dinilai sebagai kunci kepribadian dalam menghadapi stress. Kepribadian ini memungkinkan seseorang untuk menjadikan stressor sebagai suatu yang positif sehinggan memberikanm respon yang positif pula terhadap stressor tertentu. Suatu stressor yang bersifat negatif dan menjadikan stress bagi seseorang dapat merupakan sumber kekuatan bagi orang lain.
Selain itu stressor juga dapat memberikan mekanisme untuk memperingatkan seseorang agar dapat menmgumpulkan seluruh kekuatan yang dimilikinya dalam rangka melawean stress itu sendiri. Tak selamanya stress merupakan hal yang negatif. Pada tingkatan tertentu stress dapat menjadi motivator bagi seseorang. Hal ini berhubungan dengan keinginan untuk mencap[ai suatu tujuan dan stress disini berguna untuk mencegah timbulnya rasa bosan.
Stress juga berguna pada keadaan yang penting dimana seseorang memerlukan kekuatan emosional dan mobilisasi fisik sebagai kekuatan pertahanan individu.
2. SIFAT
Sifat dari stressor juga memperngaruhi respon. Ada beberapa stressor yang bersifat positif dan yang lainnya bersifat negatif. Stressor yang bersifat positif akan menimbulkan respon yang positif, sedangkan stressor yang bersifat negatif akan menyebabkan respon yang negatif pula baik secara fisikmaupun psikis. Secara negatif stress dapat menghasilkan perubahan yang pada akhirnya akan menimbulkan kesakitan.
3. DURASI
Lamanya atau jangka waktu berlangsungnya pemaparan stressor atau kejasian dari stressor sampai menjadikan seseorang mengalami stress. Frekwensi perubahan-perubahan dari suatu kejadian yang pada akhirnya mempengaruhi seseorang hingga merasakan stress.
4. JUMLAH
Mengandung pengertian stressor yang harus dihadapi dalam satu waktu. Banyaknya perubahan-perubahan dan kejadian yang dialami seseorang dalam suatu periode waktu tertentu lebih sering menyebabkan perkembangannya stress yang pada akhirnya dapat menyebabkan kesakitan.
5. PENGALAMAN
Bagaimana seseorang memberikan respon terhadap stressor juga dipengaruhi oleh pengalaman. Pengalaman ini bisa di dapat dari diri sendiri maupun dari pengalaman orang lain. Pengalaman yang menyenangkan atau tidak menyenangkan yang ditemui dalam kehidupan akan memberikan pelajaran dan kekuatan untuk menghadapi stressor dan menghadapi stress.
6. TINGKAT PERKEMBANGAN
Di dalam setiap perkembangan akan terjadi perubahan-perubahan pada setiap individu. Tingkat perkembangan ini juga berpengaruh terhadap bagaimana seseorang maupun stressor. Karena perkembangan cukup menentukan kematangan seseorang dalam menghadapi kematangan.
E. KONSEP ADAPTASI
1. PENGERTIAN ADAPTASI
Adaptasi adalah proses dimana dimensi fisiologis dan psikososial berubah dalam berespon terhadap stress. Karena banyak stressor tidak dapat dihindari, promosi kesehatan sering difokuskan pada adaptasi individu, keluarga atau komunitas terhadap stress.
Ada banyak bentuk adaptasi. Adaptasi fisiologis memungkinkan homeostasis fisiologis. Namun demikian mungkin terjadi proses yang serupa dalam dimensi psikososial dan dimensi lainnya.
Suatu proses adaptif terjadi ketika stimulus dari lingkungan internal dan eksternal menyebabkan penyimpangan keseimbangan organisme. Dengan demikian adaptasi adalah suatu upaya untuk mempertahankan fungsi yang optimal. Adaptasi melibatkan refleks, mekanisme otomatis untuk perlindungan, mekanisme koping dan idealnya dapat mengarah pada penyesuaian atau penguasaan situasi (Selye, 1976, ; Monsen, Floyd dan Brookman, 1992). Stresor yang menstimulasi adaptasi mungkin berjangka pendek, seperti demam atau berjangka panjang seperti paralysis dari anggota gerak tubuh. Agar dapat berfungsi optimal, seseorang harus mampu berespons terhadap stressor dan beradaptasi terhadap tuntutan atau perubahan yang dibutuhkan. Adaptasi membutuhkan respons aktif dari seluruh individu.
2. DIMENSI ADAPTASI
Stres dapat mempengaruhi dimensi fisik, perkembangan, emosional, intelektual, sosial dan spiritual. Sumber adaptif terdapat dalam setiap dimensi ini. Oleh karenanya, ketika mengkaji adaptasi klienterhadap stress, perawat harus mempertimbangkan individu secara menyeluruh.
a. ADAPTASI FISIOLOGIS
Indikator fisiologis dari stress adalah objektif, lebih mudah diidentifikasi dan secara umum dapat diamati atau diukur. Namun demikian, indicator ini tidak selalu teramati sepanjang waktu pada semua klien yang mengalami stress, dan indicator tersebut bervariasi menurut individunya. Tanda vital biasanya meningkat dan klien mungkin tampak gelisah dan tidak mampu untuk beristirahat aberkonsentrasi. Indikator ini dapat timbul sepanjang tahap stress.
Durasi dan intensitas dari gejala secara langsung berkaitan dengan durasi dan intensitas stressor yang diterima. Indikator fisiologis timbul dari berbagai sistem. Oleh karenanya pengkajian tentang stress mencakup pengumpulan data dari semua sistem.
Hubungan antara stress psikologik dan penyakit sering disebut interaksi pikiran tubuh. Riset telah menunjukkan bahwa stress dapat mempengaruhi penyakit dan pola penyakit. Pada masa lampau,penyakit infeksi adalah penyebab kematian paling utama, tetapi sejak ditemukan antibiotic, kondisi kehidupan yang meningkat, pengetahuan tentang nutrisi yang meningkat, dan metode sanitasi yang lebih baik telah menurunkan angka kematian. Sekarang penyebab utama kematian adalah penyakit yang mencakup stressor gaya hidup.
Indikator fisiologis stress
Kenaikan tekanan darah
Peningkatan ketegangan di leher, bahu, punggung.
Peningkatan denyut nadi dan frekwensi pernapasan
Telapak tangan berkeringat
Tangan dan kaki dingin
Postur tubuh yang tidak tegap
Keletihan
Sakit kepala
Gangguan lambung
Suara yang bernada tinggi
Mual,muntah dan diare.
Perubahan nafsu makan
Perubahan berat badan
Perubahan frekwensi berkemih
Dilatasi pupil
Gelisah, kesulitan untuk tidur atau sering terbangun saat tidur
Temuan hasil laboratorium abnormal : Peningkatan kadar hormon adrenokortikotropik, kortisol dan katekolamin dan hiperglikemia.
b. ADAPTASI PSIKOLOGIS
Emosi kadang dikaji secara langsung atau tidak langsung dengan mengamati perilaku klien. Stress mempengaruhi kesejahteraan emosional dalam berbagai cara. Karena kepribadian individual mencakup hubungan yang kompleks di antara banyak faktor, maka reaksi terhadap stress yang berkepanjangan ditetapkan dengan memeriksa gaya hidup dan stresor klien yang terakhir, pengalaman terdahulu dengan stressor, mekanisme koping yang berhasil di masa lalu, fungsi peran, konsep diri dan ketabahan yang merupakan kombinasi dari tiga karakteristik kepribadian yang di duga menjadi media terhadap stress. Ketiga karakteristik ini adalah rasa kontrol terhadap peristiwa kehidupan, komitmen terhadap aktivitas yang berhasil, dan antisipasi dari tantangan sebagai suatu kesempatan untuk pertumbuhan (Wiebe dan Williams, 1992 ; Tarstasky, 1993).
Indikator emosional / psikologi dan perilaku stress :
• Ansietas
• Depresi
• Kepenatan
• Peningkatan penggunaan bahan kimia
• Perubahan dalam kebiasaan makan, tidur, dan pola aktivitas.
• Kelelahan mental
• Perasaan tidak adekuat
• Kehilangan harga diri
• Peningkatan kepekaan
• Kehilangan motivasi.
• Ledakan emosional dan menangis.
• Penurunan produktivitas dan kualitas kinerja pekerjaan.
• Kecendrungan untuk membuat kesalahan (mis. buruknya penilaian).
• Mudah lupa dan pikiran buntu
• Kehilangan perhatian terhadap hal-hal yang rinci.
• Preokupasi (mis. mimpi siang hari )
• Ketidakmampuan berkonsentrasi pada tugas.
• Peningkatan ketidakhadiran dan penyakit
• Letargi
• Kehilangan minat
• Rentan terhadap kecelakaan.
c. ADAPTASI PERKEMBANGAN
Stres yang berkepanjangan dapat mempengaruhi kemampuan untuk menyelesaikan tugas perkembangan. Pada setiap tahap perkembangan, seseorang biasanya menghadapi tugas perkembangan dan menunjukkan karakteristik perilaku dari tahap perkembangan tersebut. Stress yang berkepanjangan dapat mengganggu atau menghambat kelancaran menyelesaikan tahap perkembangan tersebut. Dalam bentuk yang ekstrem, stress yang berkepanjangan dapat mengarah pada krisis pendewasaan.
Bayi atau anak kecil umumnya menghadapi stressor di rumah . Jika diasuh dalam lingkungan yang responsive dan empati, mereka mampu mengembangkan harga diri yang sehat dan pada akhirnya belajar respons koping adaptif yang sehat (Haber et al, 1992).
Anak-anak usia sekolah biasanya mengembangkan rasa kecukupan. Mereka mulai mnyedari bahwa akumulasi pengetahuan dan penguasaan keterampilan dapat membantu mereka mencapai tujuan , dan harga diri berkembang melalui hubungan berteman dan saling berbagi di antara teman. Pada tahap ini, stress ditunjukkan oleh ketidakmampuann atau ketidakinginan untuk mengembangkan hubungan berteman.
Remaja biasanya mengembangkan rasa identitas yang kuat tetapi pada waktu yang bersamaan perlu diterima oleh teman sebaya. Remaja dengan sistem pendukung sosial yang kuat menunjukkan suatu peningkatan kemampuan untuk menyesuaikan diri terhadap stressor, tetapi remaja tanpa sistem pendukung sosial sering menunjukkan peningkatan masalah psikososial (Dubos, 1992).
Dewasa muda berada dalam transisi dari pengalaman masa remaja ke tanggung jawab orang dewasa. Konflik dapat berkembang antara tanggung jawab pekerjaan dan keluarga. Stresor mencakup konflik antara harapan dan realitas.
Usia setengah baya biasanya terlibat dalam membangun keluarga, menciptakan karier yang stabil dan kemungkinan merawat orang tua mereka. Mereka biasanya dapat mengontrol keinginan dan pada beberapa kasus menggantikan kebutuhan pasangan, anak-anak, atau orang tua dari kebutuhan mereka. Namun demikian dapat timbul stress, jika mereka merasa terlalu banyak tanggung jawab yang membebani mereka.
Usia lansia biasanya menghadapi adaptasi terhadap perubahan dalam keluarga dan kemungkinan terhadap kematian dari pasangan atau teman hidup. Usia dewasa tua juga harus menyesuaikan terhadap perubahan penampilan fisik dan fungsi fisiologis. Perubahan besar dalam kehidupan seperti memasuki masa pension juga menegangkan.
d. ADAPTASI SOSIAL BUDAYA
Mengkaji stressor dan sumber koping dalam dimensi sosial mencakup penggalian bersama klien tentang besarnya, tipe, dan kualitas dari interaksi sosial yang ada. Stresor pada keluarga dapat menimbulkan efek disfungsi yang mempengaruhi klien atau keluarga secara keseluruhan (Reis & Heppner, 1993).
Perawat juga harus waspada tentang perbedaan cultural dalam respon stress atau mekanisme koping. Misalnya klien dari suku Afrika-Amerika mungkin lebih menyukai mendapatkan dukungan sosial dari anggota keluarga ketimbang dari bantuan professional (Murata, 1994).
e. ADAPTASI SPIRITUAL.
Orang menggunakan sumber spiritual untuk mengadaptasi stress dalam banyak cara, tetapi stress dapat juga bermanifestasi dalam dimensi spiritual. Stress yang berat dapat mengakibatkan kemarahan pada Tuhan, atau individu mungkin memandang stressor sebagai hukuman. Stresor seperti penyakit akut atau kematian dari orang yang disayangi dapat mengganggu makna hidup seseorang dan dapat menyebabkan depresi. Ketika perawatan pada klien yang mengalami gangguan spiritual, perawat tidak boleh menilai kesesuaian perasaan atau praktik keagamaan klien tetapi harus memeriksa bagaimana keyakinan dan nilai telah berubah.
F. RESPON PATOFISIOLOGI TERHADAP STRESS
1. KOMPONEN FISIOLOGI
Riset klasik yang telah dilakukan oleh Selye (1946, 1976) telah mengidentifikasi dua respons fisiologis terhadap stress; sindrom adaptasi lokal (LAS) dan sindrom adaptasi umum (GAS). LAS adalah respon dari jaringan, organ atau bagian tubuh terhadap stress karena trauma, penyakit atau perubahan fisiologis lainnya. GAS adalah respons pertahanan dari keseluruhan tubuh terhadap stress.
a. LAS (Lokal Adaptation Syndrome)
Tubuh menghasilkan banyak respons setempat terhadap stress. Respons setempat ini termasuk pembekuan darah, penyembuhan luka, akomodasi mata terhadap cahaya dan respon tekanan. Semua bentuk LAS mempunyai karakteristik berikut :
Respon yang terjadi adalah setempat, respon ini tidak melibatkan seluruh sistem tubuh
Respon adalah adaptif, berarti bahwa stressor diperlukan untuk menstimulasinya.
Respon adalah berjangka pendek. Respon tidak terdapat terus menerus.
Respon adalah restorative, berarti bahwa LAS membantu dalam memulihkan homeostasis region atau bagian tubuh.
Dua respon setempat , yaitu respons refleks nyeri dan respons inflamasi adalah contoh dari LAS. Perawat menghadapi respons ini dibanyak lingkungan perawatan kesehatan.
Respon refleks nyeri
Respon refleks nyeri adalah respon setempat dari sistem saraf pusat terhadap nyeri. Respon ini adalah respons adaptif dan melindungi jaringan dari kerusakan lebih lanjut. Respons ini melibatkan reseptor sensoris, saraf sensoris yang menjalar ke medulla spinalis, neuron penghubung dalam medulla spinalis, saraf motorik yang menjalar dari medulla spinalis dan otot efektif. Misalnya , sebut saja di bawah sadar, yaitu refleks menghindarkan tangan dari permukaan panas. Contoh lainnya adalah kram otot.
Respons inflamasi
Respons inflamasi distimuli oleh trauma atau infeksi. Respons ini memusatkan inflamasi , sehingga dengan demikian menghambat penyebaran inflamasi dan meningkatkan penyembuhan. Respons inflamasi dapat mengakibatkan nyeri setempat, pembengkakan, panas, kemerahan dan perubahan fungsi.Respons inflamasi terbagi dalam tiga fase yaitu perubahan dalam sel-sel dan sistem sirkulasi, pelepasan eksudat dari luka dan perbaikan jaringan oleh regenerasi atau pembentukan jaringan parut.
b. GAS (General Adaptation Syndrome)
GAS adalah respon fisiologis dari seluruh tubuh terhadap stress. Respon ini melibatkan beberapa sistem tubuh, terutama sistem saraf otonom dan sistem endokrin. Beberapa buku menyebutkan GAS sebagai respon neuro-endokrin. GAS terdiri atas reaksi peringatan , tahap resisten dan tahap kehabisan tenaga.
GAS diuraikan dalam tiga tahapan berikut :
Alarm reaction (AR, reaksi cemas).
Selama tahap ini tubuh menyadari penyebab ketegangan dan secara sadar atau tidak sadar dipicu untuk bertindak. Kekuatan pertahanan tubuh dikerahkan dan tingkat yang normal dari perlawanan tubuh menurun. Kalau penyebab ketegangan itu cukup keras, tahap ini dapat mengakibatkan kematian. Contohnya adalah luka bakar yang hebat.
Reaksi alarm melibatkan pengerahan mekanisme pertahanan dari tubuh dan pikiran untuk menghadapi stressor. Kadar hormon meningkat untuk meningkatkan volume darah dan dengan demikian menyiapkan individu untuk bereaksi. Hormon lainnya dilepaskan untuk meningkatkan kadar glukosa darah untuk menyiapkan energi untuk keperluan adaptasi. Meningkatkan kadar hormon lain seperti efinefrin dan norefinefrin mengakibatkan peningkatan frekwensi jantung, meningkatkan aliran darah ke otot, meningkatkan ambilan oksigen dan memperbesar kewaspadaan mental.
Aktivitas hormonal yang luasini menyiapkan individu untuk melakukan respon melawan atau menghindar. Curah jantung, ambilan oksigen dan frekwensi pernapsan meningkat, pupil mata berdilatasi untuk menghasilkan bidang visual yang lebih besar, dan frekwensi jantung meningkat untuk menghasilkan energi lebih banyak. Dengan peningkatan kewaspadaan dan energi mental ini, seseorang disipkan untuk melawan atau menghindari stressor.
State of Resistance (SR, Perlawanan)
Tahap ini ditandai oleh penyesuaian dengan penyebab ketegangan. Tubuh melawan reaksi cemas, karena dalam keadaan ini tidak ada orang yang terus menerus dapat bertahan. Tingkat perlawanan tubuh naik di atas normal untuk melawan penyebab ketegangan dengan harapan adanya penyesuaian. Disamping itu perlawanan tubuh terhadap rangsangan selanjutnya meningkat.
Jika stress dapat diatasi, tubuh akan memperbaiki kerusakan yang telah terjadi. namun demikian, jika stressor tetap terus menetap, seperti pada kehilangan darah terus menerus, penyakit yang melumpuhkan, penyakit mental parah jangka panjang, dan ketidakberhasilan dalam beradaptasi, maka individu memasuki tahap ketiga dari GAS yaitu tahap kehabisan tenaga.
State of Exhausting (SE, tahap keadaan sangat lelah/ kehabisan tenaga)
Kalau tubuh terus menerus dibiarkan menerima penyebab ketegangan, suatu waktu akan mencapai tahap lelah. Gejala-gejala reaksia cemas ini timbul kembali, tetapi kalau penyebab ketegangan tidak disingkirkan, tanda-tanda itu tidak dapat dirubah lagi. Maut akan menyusul, kecuali tubuh memperoleh tehnik untuk menyesuaikan diri atau menemukan jalan baru untuk menguasai situasi yang pebuh ketegangan.
2. KOMPONEN PSIKOLOGI
Pemajanan terhadap stressor mengakibatkan respoons adaptif psikologis dan fisiologis. Ketika seseorang terpajan pada stressor, maka kemampuan mereka untuk memenuhi kebutuhan darah terganggu. Gangguan atau ancaman ini, baik yang aktual atau yang dicerap,menimbulkan frustasi, ansietas, dan ketegangan (Kline-Leidy, 1990). Perilaku adaptif psikologis individu membantu kemampuan seseorang untuk menghadapi stressor. Perilaku ini diarahkan pada penatalaksanaanstress dan didapatkan melalui pembelajaran dan pengalaman sejalan dengan individu mengidentifikasi perilaku yang dapat diterima dan ebrhasil.
Perilaku adaptif psikologis dapat konstruktif atau destruktif. Perilaku konstruktif membantu individu menerima tantangan untuk menyelesaikan konflik. Bahkan ansietas dapat konstruktif ; misalnya , ansietas dapat menjadi tanda bahwa terdapat ancaman sehingga seseorang dapat melakukan tindakan untuk mengurangi keparahannya.
Perilaku destruktif mempengaruhi orientasi realitas, kemampuan pemecahan masalah, keperibadian, dan situasi yang sangat berat, kemampuan untuk berfungsi. Ansietas dapat juga bersifat destruktif (mis. jika seseorang tidak mampu beritindak melepaskan diri dari stressor). Sama halnya, penyalahgunaan alkohol atau obat-obatan dapat dipandang sebagai perilaku adapatif ; dalam kenyataannya hal ini malah meningkatkan stress dan bukan menurunkan stress.
Perilaku adapatif psikologis juga disebut sebagai mekanisme koping. Mekanisme ini dapat berorientasi pada tugas, yang mencakup penggunaan tehnik pemecahan masalah secara langsung untuk menghadapi ancaman, atau dapat juga mekanisme pertahanan ego, yang tujuannya adalah untuk mengatur distress emosional dan dengan demikian memberikan perlindungan individu terhadap ansietas dan stress. Mekanisme pertahanan ego adalah metode koping terhadap stress secara tidak langsung.
a. TASK ORIENTED BEHAVIOR
Perilaku berorientasi tugas mencakup penggunaan kemampuan kognitif untuk mengurangi stress, memecahkan masalah, menyelesaikan konflik dan memenuhi kebutuhan (Stuart & Sundeen, 1991). Perilaku berorientasi tugas memberdayakan seseorang untuk secara realistic menghadapi tuntutan stressor . Tiga tipe umum perilaku berorientasi pada tugas adalah :
Perilaku menyerang adalah tindakan untuk menyingkirkan atau mengatasi suatu stressor atau untuk memuarkan kebutuhan.
Perilaku menarik diri adalah menarik diri secara fisik atau emosional dari stressor.
Perilaku kompromi adalah mengubah metode yang biasa digunakan, mengganti tujuan, atau menghilangkan kepuasan terhadap kebutuhan untuk memenuhi kebutuhan lain atau untuk menghindari stress.
b. EGO DEPENDEN MECANISM
Mekanisme pertahanan ego yang pertama kali diuraikan oleh Sigmund Freud adalah perilaku tidak sadar yang memberikan perlindungan psikologis terhadap peristiwa yang menegangkan. Mekanisme ini digunakan oleh setiap orang dan membantu melindungi terhadap perasaan tidak berdaya dan ansietas. Kadang mekanisme pertahanan diri dapat menyimpang dan tidak lagi mampu untuk membantu seseorang dalam mengadaptasi stressor. Ada banyak mekanisme pertahanan ego. Mekanisme ini sering kali diaktifkan oleh stressor jangka pendek dan biasanya tidak mengakibatkan gangguan psikiatrik.
Kompensasi adalah penutupan suatu defisiensi dalam satu aspek citra diri dengan secara takut menekankan suatu gambaran yang dianggap sebagai suatu aspek
Konversi adalah secara tidak sadar menekan suatu konflik emosional yang menghasilkan ansietas dan memindahkannya menjadi gejala non organic.
Menyangkal adalah penghindaran konflik emosional dengan menolak untuk secara sadar mengakui segala sesuatu yang mungkin menyebabkan nyeri emosional yang tidak dapat ditoleransi.
Pemindahan tempat adalah memindahkan emosi, ide, atau keinginan dari situasi menegangkan kepada penggantinya yang lebih sedikit mengakibatkan ansietas.
Identifikasi adalah pemolaan perilaku yang dilakukan oleh orang lain dan menerima kualitas, karakteristik dan tindakan orang tersebut.
Regresi adalaj koping terhadap stressor melalui tindakan dan perilaku yang berkaitan dengan periode perkembangan sebelumnya.
Rasionalisasi adalah penjelasan-penjelasan yang masuk akal diberikan untuk meyakinkan atau memotivasi perilaku yang bersumber pada alam tak sadar.
Sublimasi adalah kekuatan yang cenderung dipindahkan dan diarahkan menjadi tujuan yang dapat diterima masyarakat.
Identifikasi adalah tanggapan seseorang terhadap kualitas atau sifat-sifat keperibadian orang lain
Supresi adalah pikiran-pikiran atau keinginan dihambat secara sadar.
Represi adalah ide-ide yang menyakitkan di tekan kea lam tak sadar.
Introjeksi adalah seseorang menerima sikap-sikap emosi, keinginan ide atau kepribadian orang lain ke dalam dirinya, aspirasi dan pengendalian diri orang lain diambil alih menjadi kepribadiannya.
Reaksi formasi adalah seseorang mengadopsi sikap dan perilaku yang berlawanan dengan gerak hatinya.
Proyeksi adalah hal-hal yang tidak bisa diterima secara emosional karena penolakan terhadap dirinya dan kemudian dipindahkan kepada orang lain.
Fantasi / imajinasi adalah memakai imajinasi untuk menciptakan gambar yang hanya ada dalam ingatan.
G. MANAJEMEN STRESS.
Manajemen stress kemungkinan melihat promosi kesehatan sebagai aktivitas atau intervasi atau mengubah pertukaran rrespon terhadap penyakit. Fokusnya tergantung pada tujuan dari intervensi keperawatan berdasarkan keperluan pasien. Perawat bertanggung jawab pada implemenetasi pemikiran yang dikeluarkan pada beberapa daerah perawatan.
1. MANAJEMEN STRESS UNTUK KLIEN
a. REGULER EXERCISE
Program olahraga teratur meningkatkan tonus otot dan postur otot, mengontrol berat badan, mengurangi ketegangan dan meningkatkan relaksasi. Selain itu , olahraga juga mengurangi risiko penyakit kardiovaskular dan meningkatkan fungsi kardiovaskular. Klien yang mempunyai riwayat penyakit kronis, yang berisiko untuk mengalami suatu penyakit , atau yang berusia lebih dari 35 tahun harus mulai melakukan program latihan fisik hanya setelah mendiskusikannya dengan dokter. Secara umum agar program kebugaran aliran darah ke otot memberi efek fisik yang positif, seseorang harus melakukan olahraga setidakanya tiga kali dalam satu minggu selama 30 sampai 40 menit.
Setiap orang harus melakukan latihan pernapasan sebelum melakukan latihan berat seperti jogging, gerakan aerobic atau tennis. Latihan pernapasan menstimulasi aliran darah ke otot dan meningkatkan kelenturan. Latihan ini mengurangi risiko kerusakan pada sistem musculoskeletal selama latihan. Sama halnya seseorang harus melakukan latihan pendinginan dan tidak berhenti secara mendadak. misalnya , setelah jogging atau gerakan aerobic, orang tersebut harus bergerak dengan gerakan sedang, secara bertahap diperlambat dan berhenti. Latihan pendinginan memungkinkan sistem kardiovaskuler, musculoskeletal, dan sistem metabolic secara bertahap kembali pada keadaan istirahat.
Program latihan efektif dalam menurunkan keparahan kondisi akibat stress seperti hipertensi, kegemukan, sakit kepala migren, keletihan mental, peka rangsang dan sepresi. Latihan meningaktakan pelepasan opioid endogen yang menciptakan perasaan sejahtera (McCubbin & McCubbin, 1993).
b. DIET DAN NUTRISI
Nutrisi dan latihan berhubungan erat. Makanan memberi bahan bakar untuk aktivitas dan meningkatkan latihan, yang meningkatkan sirkulasi dan pemberian nutrient ke jaringan tubuh.
Setiap orang didorong untuk mempertahankan berat badan sesuai dengan rentang standart usia, jenis kelamin, dan bentuk tubuh. Selain untuk menghindari kelebihan makan atau kekurangan makan, seseorang harus mewaspadai kualitas makanan. Terlalu banyak lemak, kafein, garam atau gula dapat mengganggu fungsi metabolic tubuh, defisiensi vitamin, mineral, dan nutrient juga dapat menyebabkan masalah metabolisme. Kebiasaan diet yang buruk dapat memperburuk respond stress dan membuat individu mudah tersinggung, hiperaktif dan gelisah. Hal ini merusak kemampuan untuk memenuhi tanggung jawab personal, keluarga, dan peran.
c. SUPPORT SISTEM
Peribahasa “ no man is an island” terutama penting untuk penatalaksanaan stress. Sistem pendukung seperti keluarga , teman atau rekan kerja yang akan mendengarkan dan memberikan nasihat dan dukungan emosional akan sangat bermamfaat bagi seseorang yang mengalami stress. Sistem pendukung dapat mengurangi reaksi stress dan meningkatkan kesejahteraan fisik dan mental (Revenson dan Majerovitz, 1991). Riset keperawatan telah mendokumentasikan adanya korelasi dukungan sosial positif dengan pengurangan gejala penyakit kronis (White, Richter, & Fry, 1992).
Ubrich dan Bradsher (1993) menunjukkan bahwa dukungan dapat meringankan efek stressor atau distress emosional baik pada lansia wanita kulit putih maupun suku Afrika-Amerika terutama jika dukungan dipandang sebagai orang yang sangat dipercaya. Perawat dapat menggunakan berbagai metode untuk membantu klien membangun sistem pendukung, melibatkan diri dalam aktivitas kelompok tempat ibadah dan memberi dorongan untuk melakukan aktivitas rekreasi. Perawat dapat menggunakan komunikasi terapeutik untuk mengajarkan klien tentang keterampilan sosialisasi jika klien tidak mengetahui bagaimana cara berinteraksi dengan tepat. Semua metode ini membantu klien membangun sistem pendukung yang kuat. Jika stress merupakan akibat dari isolasi sosial, maka strategi keperawatan ditujukan untuk membantu klien mengembangkan jaringan sosial baru.
d. TIME MANAGEMENT
Seseorang yang menggunakan waktu secara efisien biasanya mengalami lebih sedikit stress karena mereka merasa lebih terkontrol dalam hidupnya. Perawat yang bertindak dalam domain pengajaran-pelatihan dapat membantu klien memprioritaskan tugas jika mereka merasa kewalahan atau imobilisasi. Penstrukturan waktu yang realistic diperlukan jika klien tidak menyisikan waktu yang cukup untuk setiap aktivitas. Fungsi peran klien harus dianalisis secara berkaitan untuk menentukan apakah modifikasi dapat dibuat sehingga dapat mengurangi tuntutan waktu (Peddicord,1991).
Mengendalikan tuntutan dari orang lain penting untuk penatalaksanaan waktu yang efektif. Sedikit orang yang mampu mengikuti semua permintaan yang diajukan oleh orang lain. penting artinya untuk belajar mengenali permintamaan mana yang dapat dipenuhi secara realistic, kebutuhan mana yang akan dinegosiasi, dan kebutuhan mana yang dapat ditolak secara asertif. Menghambat periode waktu untuk menunjukkan tujuan spesifik juga mengurangi rasa keterburuan dan meningkatkan perasaan kontrol.
e. HUMOR
Humor adalah terapi yang terkenal dalam literatur umum oleh Norman Cousins (1979). Kemampuan untuk menerima hal-hal lucu dan tertawa melenyapkan stress (Robinson, 1990; Dahl dan O’Neal, 1993). Hipotesisfisiologis menyatakan bahwa tertawa melepaskan endorphin ke dalam sirkulasi dan perasaan stress di lenyapkan.
f. ISTIRAHAT
Pola istirahat dan tidur yang tetap, dan kebaisaan juga penting untuk menangani stress. Seseorang yang mengalami stress harus di dorong meluangkan waktunya untuk istirahat dan tidur. Tidur tidak hanya menyegarkan tubuh, Tetapi juga membantu seseorang menjadi rileks secara mental. Klien mungkin membutuhkan bantuan specific dalam mempelajari tehnik relaks sehingga dapat tertidur.
g. TEHNIK RELAKSASI
Relaksasi progresif dengan dan tanpa ketegangan otot dan tehnik manipulasi pikiran mengurangi komponen fisiologis dan emodional stress. Tehnik relaksasi adalah perilaku yang dipelajari dan membutuhkan waktu pelatihan dan praktek. Setelah klien menjadi terampil dalam tehnik ini , ketegangan dikurangi dan parameter fisiologis berubah.
Ada 4 komponen utama dari tehnik relaksasi yaitu :
Lingkungan yang tenang, menghindarkan sebanyak mungkin kebisingan dan gangguan –gangguan
Posisi yang nyaman, duduk tanpa ketegangan otot.
Sikap yang dapat diubah, mengosongkan semua pikiran-pikiran dari alam sadar.
Keadaan mental (yang baik, memusatkan perhatian pada suara, kata-kata, ungkapan, imaginasi, objek atau pola napas untuk merubah pikiran-pikiran secara internal menjadi pikiran yang lebih dapat diterima).
Faktor yang penting adalah bagaimana seseorang mengosongkan pikirannya dari semua pikiran-pikiran dan memusatkan perhatian pada mental device. Wajarlah bila pikiran-pikiran itu makin menerawang. Bila terjadi demikian, orang tersebut akan dengan segera langsung kembali kepada mental device. Setiap periode relaksasi ini harus membutuhkan waktu kurang lebih 20 menit. Ada Beberapa pendekatan yang dapat dilaksanakan melalui instruksi perawat kepadda klien , tanpa menggunakan peralatan khusus dan juga tanpa perintah dokter yaitu relaksasi profresif dan relaksasi respon Benson. Relaksasi progresif terdiri atas peregangan dan relaksasi sekelompok otot dan memfokuskannya perasaan relakasasi. Aplikasi yang sistematis dari relaksasi progresif ini mempunyai tiga efek utama, sebagai berikut :
Kelompok otot yang telah mengalami relaksasi maka akan lebih rileks lagi.
Tiap-tiap kelompok otot utama rileks secara bergantian. Kalau otot yang baru ditambah, maka kelompok otot yang lama juga akan mengalami relaksasi.
Lebih banyak jumlah relaksasi yang dialmi seseorang, maka orang itu akan bergerak menuju fase relaksasi.
Keadaan rileks meningkat setelah periode relaksasi. Respon relaksasi Benson menghilangkan ketegangan otot. Khususnya membantu secara penuh relaksasi otot pada pasien yang mengalami nyeri atau ketidaknyamanan.
Respon relaksasi Benson’s
o Yakinkan posisi duduk senyaman mungkin dalam lingkungan yang tenang
o Tutup mata
o Relaksasi otot-otot tubuh (katakana Ayo.....)
o Memusatkan perhatian pada pernapasan, ulangi lagi kata-kata atau suara / bunyi seperti “one” atau “um-um” setiap kali ekspirasi.
o Lakukan selama 20 menit
o Buka mata
o Berikan waktu pada pasien untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan sebelum psien bergerak atau berpindah.
Relaksasi Progresif
1. Yakinkan posisi yang nyaman dalam ruangan yang tenang
2. Mulai dengan memusatkan perhatian pada pernapasan yang lambat
3. Regangkan kelompok otot-otot yang diinginkan (lihat langkah 5) selama 5-7 detik, kemudian relakasasi secara cepat.
4. Pusatkan perhatian secara 10 detik pada sensasi-sensasi pada otot yang berelaksasi
5. Ikuti petunjuk ini, ulangi untuk setiap kelompok otot, regangkan 2 atau 3 kali.
• Tangan dan lengan : mengepalkan tangan, menarik siku dengan kuat, kerutkan hidung, purse lip, senyum dengan gigi terekat kuat.
• Wajah : mengerutkan dahi, tutup mata dengan rapat, mengerutkan hidung, purse lip, senyum dengan gigi terekat kuat.
• Leher : Dekatkan dagu dengan dada.
• Dada : tarik kedua bahu secara bersama-sama, keraskan perut dan bokong.
• Kaki dan tungkai : dorong ke bawah dengan kaki, jari-jari menjauhi (dorsofleksi) utamakan kaki yang terdahulu.
6. Ulangi proses pada setiap area yang mengalami ketegangan.
h. SPIRITUALITAS
Aktivitas spiritual dapat juga mempunyai efek yang positif dalam menurunkan stress (Dahl dan O’ Neal , 1993). Praktik seperti berdoa, meditasi atau membaca bahan bacaan keagamaan dapat menjadi sumber yang bermamfaat bagi klien. Pada penelitian (Young, 1993) praktik spiritual klien lansia dapat meningkatkan perasaan produktivitas dan kemampuan beradaptasi yang membantu dalam menghadapi individu sakit kronis
2. MANAJEMEN STRES UNTUK PERAWAT.
Sebagian besar perawat mengalami stress dalam lingkungan pekerjaan merka. Stresor dapat terdiri atas kelebihan beban kerja, kebijakan institusi tempat bekerja, konflik dengan rekan kerja atau karakteristik klien (Foxall, Zimmermen, dan Bene, 1990; Skipper, Jung dan Coffey, 1990). Reaksi terhadap stressor yang berkaitan dengan pekerjaan bergantung pada kepribadian perawat, status kesehatan, pengalaman sebelumnya dengan stress dan mekanisme koping.
STRESS PEKERJAAN
Seringkali mengakibatkan kondisi yang disebut kepenatan, yang ditandai oleh penuruanan perhatian pada orang dengan siapa kita bekerja. Selama merasa penat klien merasakan kelelahan fisik dan emosional (Melamed, Kushnir dan Shirom, 1992). Pekerjaan atau profesi tidak lagi memberi dampak positif dan klien mungkin mengalami marah dan apatis.
Perawat dan risiko terhadap stress kepenatan akibat pekerjaan dan dapat memamfaatkan tehnik penatalaksanaan stress yang sama seperti yang mereka ajarkan pada klien. Dalam organisasi dan domain kompetensi peran pekerja, perawat harus mengidentifikasi stressor tertentu di tempat kerja dan berupaya untuk menghilangkan stressor tersebut. Juga membantu untuk mendapat dukungan sosial dari perawat lainnya dengan harapan mempertahankan sikap merawat yang ditujukan pada klien.
DAFTAR PUSTAKA
1. Long C Barbara, 1996, Perawatan Medikal Bedah, Yayasan IAPK, Pajajaran Bandung.
2. Kozier Erb, Fundamental Of Nursing : Concept Process and practice, Addison Weslwy Publishing co, USA, 1991.
3. Smeltzer bare, 2002, Buku Ajar keperawatan Medikal Bedah Brunner & studdarth edisi 8 , EGC, Jakarta.
4. Ellis RJ, A Elizabeth, 1994, Nowlis, Nursing : A Human Needs Approach, Fifth Edition, JB Lippincott Company, Philadephia.
5. Wolf, Weitzel, Fuerst, 1984, Dasar-dasar Ilmu Keperawatan, buku kedua, Gunung Agung, Jakarta.
6. Potter Terry, 1997,Fundamentals Of Nursing : Concepts, Process and Practice, Fourth Edition, Mosby Year Book.
Diposting oleh romli di 20.00 0 komentar
PERAWATAN COLOSTOMY
Januari 5, 2010
PENGERTIAN Perawatan colostomy adalah suatu tindakan untuk merawat pasien dengan anus buatan setelah tindakan colostomy.
TUJUAN 1. Mencegah iritasi jaringan sekitar luka post colostomy.
2. Mencegah infeksi nosokommial
3. Memberi rasa nyaman
4. Mengobservasi output
PERHATIAN 1. Bila kondisi pasien memungkinkan libatkan pasien dan keluarga dalam melakukan tindakan.
2. Perawatan dilakukan dengan memperhatikan prinsip aseptik dan antiseptik.
3. Penggunaan colostomy bag disposible.
PROSEDUR I. Persiapan:
1. Persiapan pasien dan keluarga
1. Menjelaskan maksud dan tujuan tindakan
2. Menjelaskan prosedur tindakan
3. Posisi pasien diatur sesuai kebutuhan
4. Alat-alat:
1. Colostomy bag
2. Gunting dan plester
3. Nierbekken dan kantong plastik
4. Handschoen dan pinset
5. Perlak dan pengalas
6. Kassa steril dan kapas lidi
7. NaCl 0,9% adn zink oil
8. Lingkungan:
Menjaga privacy pasien
4. Perawat;
1. Mencuci tangan.
2. Menilai keadaan umum pasien
3. Mengukur tanda-tanda vital
4. Kemampuan mobilisasi
II. Pelaksanaan:
1. Buka pakaian bagian atas sebagian.
2. Pasang perlak dan pengalasnya di bagian bawah anus buatan.
3. Dekatkan nierbekken dan kantong plastik
4. Siapkan colostomy bag dengan lubang sesuai dengan ukuran stoma colostomy
5. Pakai handschoen
6. Buka plester pada coloscomy bag (kalau perlu pakai wash bensin)
7. Masukkan colostomy bag yang bekas ke dalam kantong plastik.
8. Buka barier dari kassa dengan menggunakan pinset, masukkan ke nierbekken
9. Bersihkan daerah colostomy dengan menggunakan NaCl 0,9% dan kapas lidi
10. Setelah bersih sekitar colostomy dikeringkan, lalu diolesi zink oil.
11. Lilitkan kassa kering sekitar stoma.
12. Rekatkan colostomy bag bila perlu dapat diperkuat dengan plester
13. Lepaskan perlak dan pengalas
14. Kenakan pakaian, rapikan tempat tidur
15. Perawat lepaskan handschoen, mencuci tangan
16. Membuat catatan keperawatan yang mencakup:
- Tindakan, hasil tindakan, dan respon pasien
- Keadaan umum pasien dan kondisi luka colostomy
- Hasil observasi feces.
Posted in keperawatan | Tags: COLOSTOMY, COLOSTOMY BAG | Leave a Comment »
MENOLONG PASIEN BUANG AIR BESAR DI TEMPAT TIDUR
Januari 5, 2010
PENGERTIAN Menolong BAB pada pasien dewasa adalah suatu tindakan pemenuhan kebutuhan eliminasi BAB (buang air besar) dengan pispot.
TUJUAN 1. Kebutuhan eliminasi pasien terpenuhi
2. Memberi rasa nyaman
3. Mengobservasi output
PERHATIAN 1. Bila kondisi pasien memungkinkan libatkan pasien dalam melakukaan tindakan.
PROSEDUR I. Persiapan:
1. Persiapan pasien dan keluarga
1. Menjelaskan maksud dan tujuan tindakan
2. Menjelaskan prosedur tindakan
3. Posisi pasien diatur sesuai kebutuhan
1. Alat-alat:
1. Pispot
2. Botol berisi air bersih untuk cebok
3. Tissue atau kertas kloset.
4. Pengalas pispot
5. Handschoen disposible
6. Schort
7. Selimut
8. Sampiran
9. Alat pemanggil/ Bel
10. Lingkungan:
1. Menjaga privacy pasien
2. Merapikan tempat tidur agar tidak menghalangi tindakan yang akan dilakukan.
4. Perawat:
1. Mencuci tangan.
2. Menilai keadaan umum pasien
3. Mengukur tanda-tanda vital
4. Kemampuan mobilisasi
II. Pelaksanaan:
1. Pasang selimut atau kain penutup bagian bawah tubuh pasien.
2. Membantu membuka pakaian dalam bagian bawah pasien, lalu ditutup dengan selimut.
3. Anjurkan pasien menekuk lutut dan mengangkat bokong
4. Pasang pengalas pispot dan pispotnya
5. Beri penjelasan pada pasien untuk mulai BAB dan bila sudah selesai dapat memberitahu perawat dengan menekan bel yang sudah didekatkan sebelumnya pada pasien.
6. Bila pasien sudah selesai BAB, perawat memakai hand schoen, bilas genetalia pasien dengan air bersih, angkat pispot.
7. Anjurkan pasien untuk miring
8. Bersihkan daerah anus dan bokong dengan menggunakan tissue.
9. Lepaskan pengalas pispot.
10. Kenakan pakaian bagian bawah, rapikan tempat tidur
11. Pispot di bawa ke WC, perhatikan konsistensi feces, warna dan bau, lalu bersihkan pispot
12. Membuat catatan keperawatan yang mencakup:
- Respon pasien
- Tindakan yang dilakukan
- Keadaan umum pasien
- Hasil observasi output feces.
Posted in keperawatan | Tags: air, besar, buang, tempat tidur | Leave a Comment »
MENGELUARKAN TINJA SECARA MANUAL
Januari 5, 2010
PENGERTIAN Mengeluarkan tinja secara manual adalah suatu tindakan pemenuhan kebutuhan eliminasi BAB dengan cara mengeluarkan feces dari anus secara manual menggunakan tangan dan jari-jari.
TUJUAN 1. Kebutuhan eliminasi pasien terpenuhi
2. Memberi rasa nyaman
3. Mengobservasi output
PROSEDUR I. Persiapan:
1. Persiapan pasien dan keluarga
1. Menjelaskan maksud dan tujuan tindakan
2. Menjelaskan prosedur tindakan
3. Posisi pasien diatur sesuai kebutuhan
4. Alat-alat:
1. Pispot atau nierbeken
2. Pengalas pispot
3. Botol berisi air bersih
1. Tissue
2. Vaselin
3. Sarung tangan
4. Schort
5. Lingkungan:
Menjaga privacy pasien
4. Perawat:
1. Mencuci tangan.
2. Menilai keadaan umum pasien
3. Mengukur tanda-tanda vital
4. Kemampuan mobilisasi
5. Memperhatikan daerah anal
II. Pelaksanaan:
1. Buka pakaian dalam bagian bawah
2. Anjurkan pasien untuk miring ke kiri atau ke kanan sesuai kondisi.
3. Pasang pengalas pispot dan pispotnya atau nierbekken
4. Perawat menggunakan sarung tangan
5. Beri penjelasan pada pasien bahwa tindakan mengeluarkan feces akan segera dimulai. Pasien dianjurkan untuk menarik nafas panjang.
6. Satu tangan perawat menahan bokong pasien ke atas, tangan lainnya dimasukkan ke dalam anus untuk mengeluarkan tinja.
7. Feces yang didapat dimasukkan ke dalam pispot/nierbekken.
8. Setelah selesai mengeluarkan tinja, bersihkan daerah anus dan bokong dengan menggunakan air dan tissue.
9. Lepaskan pengalas pispot.
10. Kenakan pakaian bagian bawah, rapikan tempat tidur
11. Pispot di bawa ke WC, perhatikan konsistensi feces, warna dan bau, lalu bersihkan pispot
12. Membuat catatan keperawatan yang mencakup:
- Respon pasien
- Tindakan yang dilakukan
- Keadaan umum pasien
- Hasil observasi BAB.
- Kondisi daerah anal pasien.
Posted in keperawatan | Tags: eliminasi, feses, huknah, tinggi | Leave a Comment »
MEMBERIKAN HUKNAH TINGGI
Januari 4, 2010
PENGERTIAN Memberikan huknah tinggi adalah suatu tindakan memenuhi kebutuhan eliminasi dengan cara memasukkan cairan hangat melalui anus ke rectum sampai colon asenden dengan mempergunakan kanul recti.
TUJUAN 1. Merangsang peristaltik sehingga pasien bisa BAB
2. Persiapan tindakan operasi/persalinan/persiapan pemeriksaan radiologi
3. Memberi rasa nyaman
PERHATIAN 1. Dalam pelaksanaan harus diperhatikan kontra indikasi pemberian huknah tinggi seperti pasien dengan sakit jantung, perdarahan, kontraksi yang kuat, pembukaan lengkap.
2. Bila pada saat pemberian huknah tinggi, kanul ada hambatan, jangan dipaksakan.
PROSEDUR I. Persiapan:
1. Persiapan pasien dan keluarga
1. Menjelaskan maksud dan tujuan tindakan
2. Menjelaskan prosedur tindakan
3. Posisi pasien diatur miring ke kanan
4. Alat-alat:
1. Selang/kanul
2. Handschoen disposible
3. Nierbekken
4. Pengalas dan perlak
5. Tissue
6. vaselin
7. Cairan Na Cl 0,9% sebanyak 1000 cc sampai dengan 2000 cc yang sudah dihangatkan
8. Pispot
9. Air dalam botol cebok
10. Irigator dan slang kanul
11. Lingkungan:
Menjaga privacy pasien
4. Perawat:
1. Mencuci tangan.
2. Menilai keadaan umum pasien
3. Mengukur tanda-tanda vital
4. Kemampuan mobilisasi
II. Pelaksanaan:
1. Buka pakaian bagian bawah
2. Pasang pengalas dan perlak di bawah bokong
3. Dekatkan nierbekken
4. Perawat memakai handschoen
5. Pasien dianjurkan untuk miring ke kiri.
6. Bersihkan daerah anal dengan air dan tissue
7. Ujung kanul diolesi vaselin secukupnya
8. Pangkal kanul dihubungkan ke slang dan irigator
9. Keluarkan udara dari saluran irigator dan diklem
10. Tangan kiri membuka belahan bokong bagian atas, tangan kanan memasukkan kanul kedalam anus sedalam 10 cm sampai dengan 15 cm.
11. Memasukkan ujung kanul ke dalam anus perlahan-lahan anjurkan pasien untuk menarik nafas dalam.
12. Tinggi irigator 50 cm dari tempat tidur.
13. Pasien dianjurkan untuk menahan BAB beberapa waktu selama cairan dimasukkan.
14. Angkat nierbekken, perlak dan pengalas
15. Pasang pispot dan pengalas, pasien dapat dianjurkan untuk BAB.
16. Setelah selesai BAB, pasien dibantu untuk membersihkan bagian anal dan bokong.
17. Angkat pispot dan pengalas.
18. Kenakan pakaian bagian bawah, rapikan tempat tidur
19. Lepaskan handschoen, cuci tangan.
20. Membuat catatan keperawatan yang mencakup:
- Respon pasien
- Tindakan yang dilakukan
- Keadaan umum pasien
- Hasil observasi.
Posted in keperawatan | Tags: colon, eliminasi, huknah, tinggi | Leave a Comment »
POHON PLUM DI PINGGIR JALAN
Januari 4, 2010
Pada suatu hari dua pengembara yang kelelahan dalam perjalanannya berteduh di bawah sebatang pohon plum [Indonesia: mempelam (sejenis mangga?)] untuk beristirahat. Beberapa saat kemudian seorang berkata kepada yang lainnya sambil melihat pohon plum yang besar itu, “Pohon ini tidak berbuah, untuk apa pohon ini tetap dibiarkan hidup jika tidak berguna bagi manusia?”. Temannya juga sependapat.
Ketika mendengar pembicaraan itu, pohon plum menjadi sedih dan berkata, “Itukah rasa terima kasihmu padaku?. Aku telah melindungi kalian dari terik matahari tetapi kalian masih mengatakan bahwa aku tidak berguna…”
(dikutip dengan sedikit modifikasi dari Buletin KDKJB No. 106 November 2009)
Posted in UMUM | Tags: manusia, pohon, plum, pinggir, jalan | Leave a Comment »
14 PEDOMAN HIDUP MANUSIA
Januari 2, 2010
1. Musuh terutama manusia adalah dirinya sendiri
2. Kegagalan terutama manusia adalah kesombongan
3. Kebodohan terutama manusia adalah sifat menipu
4. Kesedihan terutama manusia adalah rasa iri hati
5. Kesalahan terutama manusia adalah mencampakkan dirinya
6. Dosa terutama manusia adalah menipu dirinya dan orang lain
7. Sifat manusia yang terkasihan adalah rasa rendah diri
8. Sifat manusia yang paling dapat dipuji adalah semangat dan keuletannya
9. Kehancuran terbesar manusia adalah rasa keputus-asaan
10. Harta terutama manusia adalah kesehatan
11. Hutang terbesar manusia adalah hutang budi
12. Hadiah terutama manusia adalah lapang dada dan mau memaafkan
13. Kekurangan terbesar manusia adalah sifat berkeluh kesah dan tidak memiliki kebijaksanaan
14. Ketentraman dan kedamaian terutama manusia adalah suka berderma dan beramal
# Diambil dari suatu fotokopian yang berjudul HIDUP SEHAT, terima kasih kepada siapapun yang menciptakannya #
Posted in UMUM | Tags: manusia, terutama | Leave a Comment »
HATI
Januari 2, 2010
Hati yang gembira adalah obat yang manjur
Hati yang keras menemui jalan buntu
Hati yang lembut mendatangkan sahabat
Hati yang tamak menciptakan perangkap
Hati yang bersih menjauhkan masalah
Hati yang licik mendatangkan musuh
# Diambil dari suatu fotokopian yang berjudul HIDUP SEHAT, terima kasih kepada siapapun yang menciptakannya #
Posted in UMUM | Tags: BERSIH, hati, KERAS, LEMBUT, LICIK, OBAT, TAMAK | Leave a Comment »
MARAH
Desember 31, 2009
Sekali marah sukacita hilang
Dua kali marah akal sehat terbang
Tiga kali marah tekanan darah naik
Empat kali marah teman-teman pergi
Lima kali marah jadi cepat tua
Enam kali marah pintu dosa terbuka
# Diambil dari suatu fotokopian yang berjudul HIDUP SEHAT, terima kasih kepada siapapun yang menciptakannya #
Posted in UMUM | Tags: akal, dosa, marah, sehat, sukacita, tekanan darah, tua | 2 Comments »
SENYUM
Desember 31, 2009
Sekali senyum curiga hilang
Dua kali senyum jadi sahabat
Tiga kali senyum hati penuh damai
Empat kali senyum beban jadi ringan
Lima kali senyum rejeki datang
Enam kali senyum gigi kering
# Diambil dari suatu fotokopian yang berjudul HIDUP SEHAT, terima kasih kepada siapapun yang menciptakannya #
Posted in UMUM | Tags: curiga, damai, hati, sahabat, senyum | Leave a Comment »
10 PERINTAH PELAYANAN
Desember 31, 2009
1. Lakukan yang terbaik
2. Lakukan tanpa pamrih
3. Jangan cemburu
4. Jangan cemberut
5. Jangan kecewa
6. Jangan mengeluh
7. Jangan iri hati
8. Jangan curiga
9. Ciptakan suasana gembira
10. Menerima apapun hasilnya
(semoga kita para perawat BISA !)
# Diambil dari suatu fotokopian yang berjudul HIDUP SEHAT, terima kasih kepada siapapun yang menciptakannya #
http://nersferdinanskeperawatan.wordpress.com/
Diposting oleh romli di 04.46 0 komentar
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMBERIAN ASI OLEH IBU MELAHIRKAN
Dr. MHD. ARIFIN SIREGAR
Bagian Gizi Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Sumatera Utara
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pada tahun 1991 mantan Presiden Soeharto telah menyebutkan bahwa sasaran rencana Pembangunan Jangka Panjang II adalah peningkatan kualiatas manusia dan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu dengan manusia berkualitas sehat, kuat dan cerdas kita dapat mempercepat, memperluas, memperdalam pembangunan di segala bidang.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan melakukan pembinaan kesehatan anak sejak dini melalui kegiatan kesehatan ibu dan anak, perbaikan gizi balita dan pembinaan balita agar setiap balita yang dilahirkan akan tumbuh sehat dan berkembang menjadi manusia Indonesia yang tangguh dan berkualitas.
Agar dapat mempersiapkan manusia yang berkualitas tersebut, maka kita perlu memelihara gizi anak sejak bayi berada dalam kandungan. Bayi dan anak yang mendapat makanan yang bergizi akan tumbuh menjadi anak yang sehat, cerdas dan terhindar dari berbagai penyakit infeksi.Selain memperhatikan gizi bayi maka perlu memelihara gizi ibu terutama masa hamil dan menyusui.
Bayi yang lahir dari ibu yang gizinya baik selain dapat tumbuh dan berkembang dengan baik juga akan memberi air susu ibu (ASI) yang cukup untuk bayinya. ASI merupakan makanan bergizi yang paling lengkap, aman, hygienis dan murah. ASI juga meningkatkan keakraban ibu dan anak yang bersifat menambah kepribadian anak dikemudian hari. Itulah sebabnya ASI terbaik untuk bayi.
Dari berbagai study dan pengamatan menunjukkan bahwa dewasa ini terdapat kecenderungan penurunan penggunaan ASI dan mempergunakan pemberian ASI dengan susu fomula di masyarakat. Dengan kenaikan tingkat partisipasi wanita dalam angkatan kerja dan peningkatan sarana komunikasi dan transportasi yang memudahkan periklanan susu buatan serta luasnya distribusi susu buatan terdapat kecenderungan menurunnya kesediaan menyusui maupun lamanya menyusui baik dipedesaan dan diperkotaan. Menurunnya jumlah ibu yang menyusui sendiri bayinya pada mulanya terdapat pada kelompok ibu di kota-kota terutama pada keluarga berpenghasilan cukup yang kemudian menjalar sampai ke desa-desa. Meskipun menyadari pentingnya pemberian ASI tetapi budaya modern dan kekuatan ekonomi yang semakin meningkat telah mendesak para ibu untuk segera menyapih anaknya dan memilih air susu buatan sebagai jalan keluarnya. Meningkatnya lama pemberian ASI dan semakin meningkatnya pemberian susu botol menyebabkan kerawanan gizi pada bayi dan balita.
Pada acara peringatan hari ibu ke-62 di Jakarta 22 Desember 1990 telah dicanangkan gerakan nasional peningkatan penggunaan ASI oleh mantan Presiden /
Soeharto. Dianjurkan agar ibu-ibu paling tidak agar menyusui bayinya selam 4-6 bulan dan juga bahkan agar kaum ibu memeloporinya. Perlunya pemberian ASI pada
anak sudah menjadi masalah nasional dan intemasional mengingat eratnya hubungannya dengan gizi anak.
©2004Digitized by USU digital library 1
Pengalaman di beberapa negara di dunia bahwa peningkatan pemberian ASI ada hubungannya dengan cara-cara yang dilakukan di rumah sakit. Peranan sikap dan kepedulian serta perhatian para ahli kesehatan yang berkaitan dengan menyusui sangat diperlukan terutama dalam menghadapi promosi-promosi pabrik pembuat
susu formula bayi.
Posisi strategi dari peranan instansi kesehatan dan para tenaga kesehatan terutama di rumah sakit sangat bermanfaat bagi pelaksanaan kegiatan operational pemasyarakatan ASI.
1.2 Tujuan
1.2.1 Tujuan umum
Untuk mengetahui faktor-faktor, yang mempengaruhi pemberian ASI pada bayi atau ibu yang melahirkan.
1.2.2 Tujuan khusus
1. Pengetahuan ibu tentang ASI
2. Keadaan kesehatan ibu
1.3 Perumusan masalah
1.3.1 Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi pemberian ASI oleh ibu melahirkan.
1.3.2 Terdapat kecenderungan menurunnya lamanya menyusui. Hal ini ada kaitan tingkat partisipasi wanita dalam angkatan kerja maupun akibat gencarnya promosi daTi periklanan susu buatan serta luasnya distribusi susu buatan.
1.3.3 Masih kurangnya pengetahuan ibu-ibu terhadap fungsi-fungsi ASI pada anaknya sehingga sering dijumpai kebiasaan ibu-ibu dalam hat pemberian ASI yang bertentangan.
1.3.4 Sejauh mana rumah sakit daIam hal ini petugas rumah sakit memberi penyuluhan mengenai ASI
1.3.5 Sejauh mana peranan petugas kesehatan dalam memberi pendidikan kesehatan pada keluarga khususnya inti dalam hal penggunaan ASI.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Asi sebagai makanan alamiah adalah makan terbaik yang dapat diberikan oleh seorang ibu kepada anak yang dilahirkannya.
2.1 Kandungan ASI dan keburukan pemberian makanan buatan
ASI selalu merupakan bahan makanan terbaik untuk bayi walaupun ibu sedang sakit, hamil, haid atau kurang gizi kandungan ASI. ASI mengandung semua zat gizi yang diperlukan bayi dalam 4 – 6 bulan I kehidupan, dianjurkan agar kepada masa ini hanya diberikan ASI.
©2004Digitized by USU digital library 2
ASI mengandung protein dan lemak yang paling cocok untuk bayi dalam jumlah yang tepat.
ASI mengandung lebih banyak laktosa (gula susu) daripada susu lainnya dan laktosa merupakan zat yang diperlukan bagi manusia.
ASI mengandung vitamin yang cukup bagi bayi. Bayi selama 6 bulan tidak memerlukan vitamin tambahan
ASI mengandung zat besi yang cukup untuk bayi. Tidak terlalu banyak zat besi yang dikandung, tetapi zat besi ini diserap usus bayi dengan baik. Bayi yang disusui tidak akan menderita anemia kekurangan zat besi.
ASI mengandung cukup air bagi bayi bahkan pada iklim yang panas.
ASI mengandung garam, kalsium dan fosfat dalam jumlah yang tepat
Cara ASI melindungi bayi terhadap infeksi
Bayi yang disusui lebih sedikit terkena diare dibandingkan dengan bayi yang diberikan makanan buatan. Bayi tersebut juga lebih sedikit menderita saluran pernafasan dan telinga tengah.
Bayi yang diberi ASI menderita infeksi lebih sedikit karena :
• ASI bersih dan bebas bakteria, sehingga tidak membuat bayi sakit.
• ASI mengandung antibodi (zat kekebalan) imunoglobulin terhadap bakteri infeksi. Hal ini akan membantu melindungi bayi sampai bayi bisa membuat antibodinya sendiri.
• ASI mengandung sel darah putih (leukosit) hidup yang membantu memerangi infeksi.
ASI mengandung zat yang disebut faktor bifidus yang membantu bakteria khusus, yaitu laktobacillus bifidus, tumbuh dalam usus halus bayi. Laktobacillus bitidus mencegah bakteria berbahaya lainnya tumbuh dan menyebabkan diare.
ASI mengandung laktoferin yang mengikat zat besi. Hal ini mencegah pertumbuhan beberapa bakteria berbahaya yang memerlukan zat besi.
Keuntungan Menyusui
ASI mengandung enzim khusus (lipase) yang mencerna lemak. ASI lebih cepat dan mudah dicerna dan bayi yang diberi ASI mungkin ingin makan lagi lebih cepat daripada bayi yang diberi makanan buatan
ASI selalu siap untuk diberikan pada bayi dan tidak memerlukan persiapan.
ASI tidak pemah basi atau menjadi jelek dalam payudara, walau ibu tidak menyusui bayinya selama beberapa hari. Beberapa hari ibu percaya bahwa ASI dalam payudara bisa basi, padahal hal ini tidak akan terjadi.
Menyusui akan membantu menghentikan pendarahan setelah melahirkan.
Menyusui berdasarkan permintaan membantu mencegah kehamilan berikutnya.
Menyusui baik secara kejiwaan bagi ibu dan bayi. Hal ini membantu terjadinya ikatan diantara keduanya, sehingga menjadi tak terpisahkan dan mencintai satu sarna lain. Dekat secara emosional dengan ibunya pada saat dini mungkin meningkatkan penampilan pendidikan anak kelak dikemudian hari.
ASI murah, tidak perlu dibeli.
Semua ASI khusus untuk bayi, sedangkan susu buatan lainnya dapat digunakan untuk keluarga lain dan tamu.
ASI akan melindungi bayi terhadap penyakit dan mempercepat penyembuhan anak sampai tahun kedua kehidupan.
©2004Digitized by USU digital library 3
Perubahan dalam kandungan ASI
Kandungan ASI tidak selalu sarna, tetapi ada keragaman normal yang sering terjadi. ASI juga akan sedikit beragam sesuai dengan diet yang dijalankan oleh sang ibu, tetapi perubahan ini jarang menjadi masalah. Kadang-kadang seorang ibu mendapatkan bahwa makanan yang tidak biasa dimakannya akan mengganggu bayinya, tapi banyak ibu dapat terus makan makanan yang biasa saat menyusui. Bahkan bumbu yang keras, seperti cabai, tidak akan mempengaruhi ASI atau mengganggu bayi.
Susu awal dan susu akhir
Kandungan susu berubah selama pemberian ASI :
1. Susu awal
Susu ini muncul pada awal pemberian, berwama bim dan encer. Susu ini kaya akan protein, laktosa, vitamin, mineral dan air.
2. Susu akhir
Susu ini muncul diakhir pemberian ASI. Kelihatannya lebih putih daripada susu awal karena susu akhir mengandung lebih banyak lemak. Lemak ini membuat susu akhir kaya akan energi. Lemak memasok lebih dari 50 % energi dalam ASI.
Keburukan Pemberian Makanan Buatan
Pencemaran
Makanan buatan sering tercemar bakteria, terlebih bila ibu menggunakan botol dan tidak merebusnya setiap selesai memberi makan. Bakteria tumbuh sangat cepat pada makanan buatan. Bakteria dapat berbahaya bagi bayi sebelum susu tercium basi.
Infeksi
Susu sapi tidak mengandung sel darah putih hidup dan antibodi, untuk melindungi tubuh terhadap infeksi. Bayi yang diberi makanan buatan lebih sering sakit diare dan infeksi saluran pernafasan.
Pemborosan
Ibu dari keluarga ekonomi lemah mungkin tidak mempu membeli cukup susu untuk bayinya. Mereka mungkin memberikan dalam jumlah lebih sedikit dan rnungkin menaruh sedikit susu atau bubuk susu ke dalam botol. Sebagai akibatnya, bayi yang diberi susu botol sering kelaparan.
Kekurangan vitamin
Susu sapi tidak mengandung vitamin yang cukup untuk bayi.
Kekurangan zat besi
Zat besi dari susu sapi tidak diserap sempurna seperti zat besi dari ASI. Bayi yang diberi makanan buatan bisa terkena anemia karena kekurangan zat besi.
Terlalu banyak garam
Susu sapi mengandung garam terlalu banyak yang kadang-kadang menyebabkan hipernatremia (terlalu banyak garam dalam tubuh) dan kejang, terutama bila anak terkena diare.
Terlalu banyak kalsium dan fosfat
Hal ini menyebabkan tetani yaitu kedutan dan kaku otot (kejang-kejang).
Lemak yang tidak cocok
Susu sapi mengandung lebih banyak asam lemak jenuh dibandingkan ASI, untuk pertumbuhan bayi yang sehat, diperlukan asam lemak tidak jenuh yang lebih banyak. Susu sapi tidak mengandung asam lenak esensial dan asam linoleat yang cukup, dan mungkin juga tidak mengandung kolesterol yang
©2004Digitized by USU digital library 4
cukup bagi pertumbuhan otak. Susu skim kering tidak mengandung lemak, sehingga tidak mengandung cukup banyak energi.
Protein yang tidak cocok
Susu sapi mengandung terlalu banyak protein kasein. Kasein ini mengandung campuran asam amino yang tidak cocok dan sulit dikeluarkan oleh ginjal bayi yang belum sempuma.
Petugas kesehatan kadang-kadang mengajarkan ibu untuk mengencerkan susu sapi dengan air untuk mengurangi protein total. Tetapi, susu yang diencerkan tidak mengandung asam amino esensial sistin dan taurin yang cukup, yang diperlukan bagi pertumbuhan otak bayi.
Tidak bisa dicerna
Susu sapi lebih sulit dicerna karena tidak mengandung enzim lipase untuk mencerna lemak. Juga karena kasein membentuk gumpalan susu tebal yang sulit dicerna. Karena susu sapi lambat dicema maka lebih lama untuk mengisi lambung bayi daripada ASI. Akibatnya, bayi tidak cepat merasa lapar. Bayi yang diberikan susu sapi bisa menderita sembelit, yaitlu tinja menjadi Iebih tebal dan keras.
Alergi
Bayi yang diberi susu sapi telalu dini mungkin menderita lebih banyak masalah alergi, misalnya asma dan eksim.
Biaya pemberian makanan buatan
Beberapa hal yang harus diketahui oleh para ibu, yang biasanya diberikan oleh pendidik atau penyuluh kesehatan, adalah :
a. Biaya memberikan makanan pada bayi dengan susu yang cukup
b. Bahaya memberikan susu lebih sedikit pada bayi untuk mencoba menghemat
c. Pentingnya mengikuti petunjuk pada label bila para ibu lmenggunakan susu bubuk.
Dianjurkan agar para ibu berpikir mengenai kesulitan dan mahalnya pemberian makanan buatan selama beberapa bulan. Bila ibu hanya membeli satu atau dua kaleng pada satu saat tertentu saja, bayi tidak akan tumbuh dengan baik. Ada suami-suami yang membawakan istrinya sekaleng susu bubuk saat bayi baru lahir dan mereka mengira ini merupakan sikap yang ramah.
2.2 Cara memulai menyusui
Saat terpenting waktu menyusui adalah pada beberapa hari pertama setelah melahirkan. Bila seorang ibu ditolong dengan baik pada saat ia mulai menyusui, mungkin ibu tersebut akan terns menyusui.
Pemberian ASI pertama
Di rumah sakit, pemberian ASI harus dimulai di meja persalinan. Ibu dari bayi
harus diselimuti agar tetap hangat. Biarkan ibu mendekap bayinya dan bayi mengisap payudara. Pada saat ini akan terjadi hal-hat sebagai berikut :
Saat terbaik bagi bayi untuk belajar mengisap. Bayi mungkin sangat engah (tahu) dan secara refleks mengisapnya kuat.
lsapan meransang produksi oksitosin yang membantu menghentikan pendarahan.
Bayi mendapatkan susu jolong yang berharga.
Jam-jam pertama setelah melahirkan merupakan saat terpenting terjalin ikatan antara ibu din anak. Menyusui segera setelah melahirkan membuat ibu mencintai dan merawat bayinya. Ibu akan lebih mudah menyusui untuk
©2004Digitized by USU digital library 5
jangka waktu yang lama. Bila terjadi keterlambatan, biarpun dalam beberapa jam, proses menyusui lebih sering gagal.
Menyusui atas permintaan
Ibu harus dibiarkan menyusui bayinya hila bayi menangis dan bila ibu merasa perlu menyusui bayinya. Ini disebut menyusui atas permintaan. Pada mulanya, dapat terjadi bayi menyusu secara tidak teratur. Mungkin sering menyusu sehari atau dua hari dan kemudian menyusu selama beberapa hari. Setiap bayi berbeda, umumnya akan mempunyai pola kegiatan yang pasti setelah satu atau dua minggu. Menyusui bayi hanya pada saat khusus akan mengganggu kegiatan menyusui, karena :
Isapan yang kerap merangsang produksi prolaktin yang membantu mempercepat keluarnya ASI
Menyusukan atas permintaan mencegah banyak persoalan, seperti bendungan, misalnya.
Masalah menyusui berdasarkan permintaan
1. Bayi tidak minta terlalu sering disusui
Beberapa bayi terlalu tenang dan tidak menangis bila lapar. Pikirkan hal ini bila pertambahan berat badan bayi tidak cukup. Ibu harus mengetahui cara menyusui bayinya lebih sering daripada yang diminta bayi.
2. Bayi minta disusui terlalu sering
Beberapa bayi tampaknya ingin disusui terus-menerus dan ini dapat melelahkan ibunya. Hal ini dapat terjadi karena :
Kadang-kadang mulut bayi tidak pas pada puting susu sehingga tidak mendapat ASI yang cukup,
Kadang-kadang bayi menyusu terlalu singkat pada setiap payudara. Oleh karena itu, ibu harus memperbaiki teknik menyusui.
Lama menyusui
Petugas kesehatan dahulu sering menasihati ibu untuk menyusui dalam waktu sangat singkat, misalnya 2-3 menit pada beberapa hari pertama. dan 5-10 menit hari-hari kemudian. Mereka percaya bahwa bila isapan bayi yang terlalu lama bisa menyebabkan nyeri pada puting susu.
Sekarang telah diketahui bahwa lama menyusui tidak menjadi masalah mengisap dalam posisi salahlah yang mennyebabkan nyeri pada puting susu. Oleh karena itu, harus diperhatikan agar :
Mulut bayi pas pada puting susu dan
Kemudian biarkan bayi mengisap semuanya.
Banyak bayi yang selesai menyusu dalam waktu 5-10 menit, tetapi sering ada yang lama, mungkin sampai setengah jam. Ini tidak menjadi rnasalah. Penelitian mutakhir memperlihatkan bahwa bayi yang menyusu dengan lambat mendapatkan ASI sama banyaknya dengan bayi yang menyusu dengan cepat. Bila ibu yang bayinya menyusu dengan lambat berhenti menyusui sebelurn bayi selesai, bayi mungkin tidak mendapat susu akhir yang kaya energi yang diperlukan untuk turnbuh dengan baik.
Pemberian makanan sebelum ASI keluar
Telah menjadi kebiasaan di banyak rumah sakit untuk memberikan makanan prelakteal (makanan yang diberikan sebelum ASI keluar). Makanan ini bisa berupa susu bubuk, susu sapi, atau air gula yang diberikan sebelum ASI keluar. Petugas kesehatan biasanya takut kalau bayi akan lapar atau kekurangan air pada beberapa
©2004Digitized by USU digital library 6
hari pertama sebelum ibu menghasilkan ASI.
Sekarang telah diketahui bahwa makanan prelakteal tidak pelu dan malah bisa berbahaya. Sedikit susu jolong merupakan makanan yang dibutuhkan bayi normal pada saat ini. Banyak pakar sekarang percaya bahwa susu jolong atau ASI yang diperas dapat diberikan dengan aman pada bayi saat bayi pertama kali disusukan, bahkan bila bayi dicurigai menderita kelainan menelan.
Bahaya pemberian makanan prelakteal
(1) Untuk bayi
Bayi bisa tidak mau mengisap dari payudara karena pemberian makanan ini menghentikan rasa laparnya,
Diare sering terjadi karena makanan ini mungkin tercemar, juga bila bayi tidak mengisap payudara maka tidak akan mendapat susu jolong,
Bila yang diberikan susu sapi, alergi sering terjadi, dan Bayi bisa kebingungan mengisap puting susu bila pemberian makanannya lewat botol.
(2) Untuk ibu
ASI keluar lebih lama karena bayi tidak cukup mengisap,
Bendungan dan mastitis lebih mungkin terjadi karena payudara tidak mengeluarkan ASI, dan
Ibu sulit meyusui dan cenderung berhenti menyusui.
Dua kali saja pemberian makanan prelakteai bisa menggagalkan proses menyusui.
Menyusui waktu malam
Beberapa ibu mencoba menidurkan bayi mereka sepanjang malam tanpa disusui. Sebenarnya, akan lebih baik hila ibu menyusui bayinya pada waktu malam
hari selama diinginkan oleh bayi, karena :
Menyusui waktu malam membantu menjaga pasokan ASI karena bayi mengisap lebih sering,
Menyusui waktu malam sangat bermanfaat bagi ibu pekerja, dan
Menyusui waktu malam sangat renting untuk menunda kehamilan.
Perubahan berat badan dini
Beberapa hari pertama, berat badan bayi mungkin berkurang. Kehilangan berat badannya bisa sampai 10% berat lahir. Bila ASI keluar, bayi mulai bertambah berat, sehingga kembali ke berat lahirnya dalam waktu kira-kira 10 hari. Bayi yang disusui atas permintaan sejak lahir, penurunan berat badannya lebih sedikit dan kembali ke berat badan lahir lebih cepat daripada bayi yang disusui pada waktu tertentu.
2.3 Kegagalan menyusui
Bayi yang mendapat cukup ASI mempunyai tanda-tanda sebagai berikut :
1. Bayi yang cukup ASI akan kencing 6-8 kali dalam sehari
2. Terdapat kenaikan berat badan rata-rata 500 gram perbulan
3. Bila menyusui sering, tiap 2-3 jam atau 8-12 kali dalam sehari
4. Bayi tampak sehat, warna kulit dan turgor baik, anak cukup aktif.
Beberapa ibu rnerasa bahwa dia tidak cukup ASI, padahal sesungguhnya tidak ada masalah sama sekali dengan ASInya. Mereka khawatir akan gejala-gejala yang tidak ada hubungannya dengan ASI atau mereka tidak biasa dengan variasi normal yang terdapat pada bayi yang minum. Apabila bayi tumbuh baik dan kencingnya cukup, tidak perlu ibu khawatir kalau :
1) Bayi menyusui sering 8-12 kali perhari
2) Bayi tampak lapar
©2004Digitized by USU digital library 7
ASI dicerna lebih cepat daripada susu formula dan lebih sesuai untuk usus bayi yang masih belum matur. Sehingga bayi yang minum ASI perlu menyusu lebih sering.
3) Kebiasaan menyusui bayi anda, kenaikan berat badannya dan pola tidurnya jangan dibandingkan dengan bayi lain, karena tiap bayi adalah individu yang unik dan terdapat variasi yang luas, asalkan masih dalam batas-batas yang normal
4) Bayi tiba-tiba meningkat frekuensi dan lamanya menyusui. Bayi yang tidur saja pada minggu-minggu pertama, sering secara tiba-tiba seolah-olah terbangun dari tidurnya dan menyusu lebih Bering. Demikian pula pada bayi yang dalam masa pertumbuhan pada masa ini mereka menyusu lebih sering dari biasa untuk mendapatkan lebih banyak ASI untuk memenuhi kebutuhannya
5) Bayi tiba-tiba menurun lamanya menyusu, kurang 5-10 menit tiap payudara. Mungkin karena dia lebih berpengalaman menyusu, sehingga mendapat ASI yang diperlukan lebih cepat
6) Bayi tiba-tiba tidak mau menyusu. Kemungkinan karena hidung tersumbat karena pilek atau karena tumbuh gigi.
7) Bayi tampak gelisah. Bisa karena lapar atau keadaan lingkungan yang tidak nyaman, misal bayi kepanasan karena selimut tebal
8) Dari payudara ibu hanya sedikit/sama sekali tidak ada ASI yang menetes kalau lama disusukan. ASI yang menetes tersebut tidak ada hubungannya dengan jumlah ASI yang diproduksi
9) Payudara ibu tiba-tiba tampak lembek. Hal ini mungkin karena anak menyusu lebih kuat dan lebih sering sehingga payudara tidak penuh
10)Refleks let dowm terasa lebih kuat. Kadang- kadang beberapa ibu tidak merasa adanya refleks let down, yaitu ASI yang keluar dengan deras pada saat bayi menyusu.
Apabila produksi ASI tidak sesuai dengan kebutuhan bayi, harus dicari sebab-sebabnya mengapa produksi ASI tersebut menurun, yaitu :
1. Makanan suplemen
Bayi yang mendapat suplemen makanan lain selain ASI, misalnya susu formula, air buah atau makanan tambahan lainnya, menyebabkan bayi akan kenyang dan harus menunggu lebih lama untuk menyusu berikutnya. Sehingga frekuensi menyusu akan menurun dan produksi ASI akan menurun juga.
Pemberian suplemen dengan menggunakan botol dot pada saat bayi masih sedang belajar menyusu, juga menyebabkan bayi bingung antara menyusu pada putting ibu dan dot (nipple confuse), karena mekanisme mengisap yang berbeda.
Berikut ini tanda-tanda bayi bingung puting :
Bayi mengisap puting seperti mengisap dot
Waktu menyusu, cara mengisapnya terputus-putus/sebentar-sebentar
Bayi menolak menyusu pada ibu
Untuk menghindari bingung puting tersebut, maka :
Ibu harus mengusahakan agar bayi hanya menyusu pada ibu, terutama pada saat bayi masih belajar menyusu yaitu pada bulan pertama setelah lahir.
Teknik menyusu hams benar
Menyusu lebih sering tanpa di jadwal
Perlu kesabaran dan ketelatenan dari ibu.
2. Penggunaan empongan (pacifier)
Beberapa bayi menemukan kesenangan dengan mengisap pada empongan, sehingga menurunkan kesempatan untuk menyusu pada ibu. Akibatnya karena
©2004Digitized by USU digital library 8
lebih jarang disusu, maka produksi ASI akan menurun. Kejelekan lain dari empongan adalah bayi sering diare/moniliasis akibat dari kebersihan yang dan sering terdapat gangguan pertumbuhan gigi.
3. Penggunaan nipple shield
Nipple shield sebaiknya tidak digunakan pada waktu menyusui, karena mempengaruhi ransangan ke otak ibu yang timbul akibat dari ransangan isapan bayi langsung pada puting susu ibu, sehingga akan menurunkan refleks let down.
4. Jadwal makan yang ketat, akan mempengaruhi prosuksi ASI. Lebih baik bayi disusui tanpa dijadwal.
5. Bayi tidur saja
Ada beberapa bayi yang tidur saja hampir sepanjang hari dan hanya sebentar saja menyusui, maka keadaan ini akan menurunkan produksi ASI. Pada kasus seperti ini, lebih-lebih bila kenaikan berat badan tidak seberapa dan bayi jarang kencing, maka, ibu harus membangunkan anaknya dan menyusui tiap 2 jam sekali, sehingga bayi akan belajar dengan sendirinya.
6. Kecemasan dan kelelahan ibu akan mempengaruhi refleks let down dan menurunkan produksi ASI.
7. Merokok dan obat-obatan.
8. Ibu yang sedikit minum, produksi ASI-nya juga akan berkurang. Dianjurkan pada ibu-ibu yang menyusui untuk minum 6-8 gelas (2 liter) per hari atau minum satu gelas air/air buah setiap kali setelah menyusui.
9. Diit ibu yang jelek, akan menurunkan produksi ASI Pada ibu-ibu yang meyusui tidak ada pantangan makan, makan buah segar, daging, ikan, susu, sayur-sayuran, kacang-kacangan sangat dianjurkan. Makanlah satu porsi (500 kalori) lebih banyak dari biasanya.
Bila tidak diketemukan semua faktor yang disebutkan diatas yang menyebabkan penurunan ASI. beberapa langkah di bawah ini diharapkan dapat
meningkatkan produksi ASI.
1. Susuilah bayi lebih sering tanpa jadwal, paling sedikit 8 kali dalam 24 jam, tiap-tiap payudara 10-15 menit.
2. Tiap menyusui gunakan kedua payudara secara bergantian, ini berguna agar bayi mendapat semua ASI yang tersedia dan untuk merangsang produksi ASI sesering mungkin.
3. Bayi hanya menyusu pada ibu, tidak dianjurkan menggunakan botol dot/empongan. Hal ini karena mekanisme menyusu pada puting dan pada botol dot adalah berbeda.
Kalau dengan semua cara diatas tetap tidak berhasil, maka bayi dapat diberi susu formula. Tetapi sebelumnya harus diberi ASI dulu, mungkin ASI akan keluar lebih banyak kalau ibu tebih tenang.
Bayi enggan menyusu
Bayi yang enggan menyusu harus mendapat perhatian khusus, karena kadang-kadang itu merupakan gejala dari penyakit-penyakit yang membahayakan jiwa anak, misal anak yang sakit berat, tetanus neonatorum, meningitis/ensefalitis, hiperbilirubinemia, maka sebaiknya bayi dirujuk.
Penyebab lain dari bayi enggan menyusu adalah :
Bayi pilek, sehingga pada waktu menyusu sulit bernapas.
Bayi sariawan/moniliasis, sehingga nyeri pada waktu mengisap.
Bayi tidak rawat gabung, yang sudah pernah minum dengan menggunakan botol dot.
Bayi ditinggal lama karena ibu sakit/bekerja.
Bayi bingung puting.
©2004Digitized by USU digital library 9
Bayi dengan tali lidah (frenulum linguae) yang pendek.
Teknik menyusui yang salah.
ASI kurang lancar/yang terlalu deras memancar
Pemberian makanan yang terlalu dini. Sebaiknya pemberian ASI eksklusif sampai bayi umur 4 bulan.
Cara menanggulangi bayi yang enggan menyusu adalah sesuai dengan penyebabnya, misalnya :
Pada bayi yang moniliasis, harus diobati monilisisnya.
ASI yang terlalu deras memancar, sebelum menyusui harus dikeluarkan.
Gagal tumbuh (failure tonalitas thrive) pada bayi yang mendapat ASI
Gejala bayi yang gagal tumbuh adalah :
1. Dehidrasi ringan.
2. Kurang dari 6 popok basahperharinya.
3. Bayi menangis, baik sebelum maupun sesudah menyusu.
4. Bayi jarang berak pada minggu-minggu pertama kehidupan.
5. Kenaikan berat badan anak pada KMS, tidak baik.
Penyebab umum gagal tumbuh yang bisa terjadi pada bayi yang minum ASI maupun non-ASI, adalah :
1. Infeksi
2. Penyakit jantung bawaan
3. Kelainan pada susunan saraf pusat
4. Penyakit-penyakit ginjal
5. Kelainan/penyakit pada salary pencernaan, misalnya malabsorpsi.
6. Kelainan anatomis: sumbing palatum, atresia koanal, dsb.
7. Endokrin/penyakit-penyakit metabolik.
Sedangkan secara khusus penyebab gagal tumbuh pada bayi yang minum ASI atau penyebab produksi ASI yang tidak memadai, adalah :
(1) Dari pihak bayi:
a. Kelainan anatomik:
Sumbing pada bibir/palatum.
Deformitas fasial lainnya.
Kelainan gastrointestinal.
b. Kelainan fisiologik:
frekuensi menyusui yang kurang Bering.
c. Masalah organik:
Kebutuhan kalori yang meningkat: infeksi.
Prematuris.
Kelainan organik lainnya: kelainan saraf pusat, metabolik, malabsorpi.
d. Faktor psikologik:
bayi yang "stres", bayi yang "sulit".
(2) Dari pihak ibu :
a. Kelainan anatomik:
Payudara yang telah diangkat.
Jaringan payudara yang hipoplastik.
Puting inversi.
Lainnya.
b. Kelainan fisiologik:
Payudara yang jarang disusu atau lamanya menyusui yang kurang.
Hambatan refleks "let down": stres, kelelahan, depresi, obat-obatan misal pil KB yang mengandung estrogen, ibu perokok/peminum alkohol yang berat dan sebagainya.
©2004Digitized by USU digital library 10
c. Masalah organik:
Ibu sedang menderita sakit.
Ganggtuan normal
Ibu hamil Jagi.
d. Faktor psiologik
Ibu yang mengalami depresi, cemas, sedang ada masalah, ibu terlalu tergantung, juga ibu yang kurang mendapat dukungan dari suami, atau keluarganya dalam menyusui bayinya.
(3) Kombinasi faktor bayi dan ibu :
a. Masalah struktural:
ketidak cocokan: mulut bayi yang kecil, tali lidah yang pendek, payudara yang besar, puting datar.
Penggunaan "nipple shield" atau empongan.
b. Faktor fisiologik :
Pemberian suplemen makanan lain selain ASI yang terlalu cepat atau suplemen yang membuat bayi kenyang.
Bayi kurang disusui: ada bayi yang rewel/ada yang puas.
c. Faktor psikologik :
Bayi yang dirawat terpisah dengan ibunya.
Bayi yang ditelantarkan atau bayi yang mendapat perlakuan salah.
Penyebab lain, misalnya ruangan yang terlalu bising, menghentikan menyusui sebelum bayi selesai menyusu, dan lain-lain.
2.4 Sepuluh langkah menuju keberhasilan menyusui
Langkah 1:
Buatlah kebijaksanaan tertulis mengenai pemberian ASI yang secara rutin dikomunikasikan kepada semua petugas pelayanan kesehatan.
Semua RS, RSB, Puskeemas maupun RB harus memiliki kebijaksanaan tertulis mengenai pemberian ASI yang mencakup sepuluh langkah keberhasilan menyusui. Selain itu juga mempunyai kebijakan yang melarang promosi susu formula sesuai dengan Juklak Dep.Kes. tahun 1991 tentang Permenkes notasi. 240 tahun 1985.
Dimana semua kebijakan tersebut harus dikomunikasikan secara rutin kepada semua
star dan dipasang pada tempat yang mudah terlihat oleh semua orang yang datang ke Pelayanan Kesehatan tersebut.
Langkah 2 :
Latihlah semua petugas kesehatan untuk dapat melaksanakan hal-hal yang disebutkan dalam kebijaksanaan tertulis mengenai pemberian ASI.
Dalam melaksanakan PP-ASI di Rumah Sakit pelatihan kepada petugas meliputi :
10 langkah menuju keberhasilan menyusui dan kebijakan mengenai pemberian ASI
Pelatihan paling sedikit 16 jam dan pengalaman klinik paling sedikit 3 jam, kemudian diikuti supervisi.
Pelatihan/penyegaran dilakukan secara berkelanjutan terhadap semua star yang terkait terhadap PP-ASI.
Langkah 3:
Beritahukan kepada para ibu hamil tentang keuntungan pemberian ASI dan manajemen laktasi.
Pada klinik pelayanan pranatal, kepada para ibu hamil diberikan :
Informasi mengenai keuntungan menyusui dan manajemen laktasi.
©2004Digitized by USU digital library 11
Bimbingan khusus kepada ibu hamil yang belum pernah menyusui dan ibu yang mempunyai masalah laktasi.
Kalau memungkinkan penyuluhan diberikan dengan menggunakan alat "audiovisual", alat peraga, poster, atau diberikan semacam "leaflet".
Tidak ada poster susu forDlula di tempat pelayanan kesehatan.
Langkah 4:
Bantulah para ibu mengawali pembenan ASI dalam setengah jam pertama setelah melahirkan.
Kepada para ibu dalam setengah jam pertama setelah melahirkan diberi bantuan oleh petugas untuk :
Ibu dapat saling bersentuhari dengan bayinya/mengawali pemberian ASI.
Kepada ibu dengan bedah besar (kalau ibu dan anak dalam keadaan sehat), harus diberikan kesempatan untUk saling bersentuhan/mengawali menyusui dalam setengah jam setelah ibu sadar dan selanjutnya dilakukan rawat gabung.
Langkab 5:
Tunjukkan kepada ibu-ibu bagaimana cara menyusui dan cara mempertahankan laktasi walaupun mereka harus terpisah dari bayi mereka.
Petugas yang terkait dengan peningkatan penggunaan ASI:
Memberikan bantuan kepada semua ibu bagaimana cara menyusui yang benar , dalam waktu 6 jam setelah melahirkan.
Diperlihatkan kepada semua ibu yang menyusui bagaimana tara meletakkan bayi dan melekatkan mulut bayi dengan benar pada saat bayi sedang menyusu.
Kepada ibu-ibu yang menyusui diberi petunjukbagaimana caranya mengeluarkan ASI secara manual, apabila terpaksa ibu terpisah dari bayinya. Dengan demikian produksi ASI dapat tetap dipertahankan daD ASI-nya dapat diberikan kepada bayinya.
Ibu-ibu yang belum pemah menyusui dan ibu-ibu dengan masalah laktasi, diberi bantuan khusus dan nasihat mengenai di mana mereka dapat memperoleh bantuan kalau nanti masih ada masalah setelah mereka pulang.
Langkah 6:
Jangan beri makanan atau minuman lain kepada bayi yang baru lahir selain ASI, kecuali ada indikasi medis yang jelas.
Petugas yang terkait dengan peningkatan penggunaan ASI:
Tidak memberikan minuman lain selain ASI, kecuali atas indikasi yang jelas.
Misalnya: ibu dengan komplikasi persalinan yang berat sehingga tidak memungkinkan pada saat itu untuk menyusui.
Tidak ada promosi susu formula di Rumah Sakit.
Misal: tidak memberikan sampel susu formula pada bayi waktu dipulangkan dari RS, tidak ada poster susu formula, tidak menjual susu dengan harga murah dan sebagainya.
Langkah 7:
Setelah melahirkan, ibu dan bayi dirawat bersama dalam satu kamar selama 24jam sehari. Pemisahan hanya dilakukan kalau ada indikasi medis yang jelas.
Harus ada fasilitas rawat gabung di rumah sakit /RSB/Puskesmas.
Untuk bayi yang lahir normal, bayi selalu bersama ibu.
Untuk ibu/bayi yang mengalami komplikasi, rawat gabung dilakukan setelah kondisinya memungkinkan untuk rawat gabung.
©2004Digitized by USU digital library 12
Langkah 8:
Anjurkan pemberian ASI tanpa dijadwal (on demand).
Kepada ibu-ibu yang menyusui dianjurkan memberikan ASI bila bayi maupun ibu menghendaki, tanpa dijadwal. Karena pemberian ASI yang tanpa dijadwal, disertai dengan tidak ada pembatasan mengenai lama maupun frekuensi pemberian ASI, akan melancarkan produksi ASI.
Langkah 9:
Jangan beri dot atau kempeng kepada bayi yang sedang menyusu. Petugas yang terkait dengan peningkatan penggunaan ASI, dianjurkan tidak memberikan susu dengan menggunakan dot atau memberi kempeng (pacifier)kepada bayi yang baru belajar menyusu, karena dapat mengakibatkan bayi bingung puting.
Bila bayi dirawat terpisah, ASI diberikan dengan sendok, pipet, atau sonde. Demikian
pula pemakaian susu formula atas indikasi medis, tidak diberikan dengan menggunakan botol dot.
Langkah 10:
Bantulah perkembangan kelompok pengdukung ASI dan rujuklah ibu kepada kelompok tersebut, setelah ibu keluar dari rumah sakit.
Setiap rumah sakit/rumah bersalin/Puskesmas dengan tempat tidur sebaiknya terdapat KP-ASI (Kelompok Pendukung ASI), yang membantu ibu-ibu yang mengalami masalah laktasi, maupun untuk meyakinkan ibu-ibu tentang manfaat menyusui terutama pada mereka yang untuk pertama kali menyusui bayinya. Disamping itu harus ada klinik laktasi yang dikelola oleh tenaga profesional yang pemah mendapat pelatihan laktasi. Dengan demikian ibu-ibu yang menyusui akan merasa lebih aman dan tenang karena mendapat dukungan dari sekitarnya, sehingga kelangsungan ibu untuk menyusui anaknya dipertahankan sampai anak sudah dapat makan makanan keluarga dengan baik yaitu sekitar usia 2 tahun. Harus ditekankan pula kepada ibu-ibu agar sedapat mungkin memberikan ASI saja Sampai anak berumur 4 bulan, setelah itu baru diberikan makanan tambahan.
BAB III
PEMBAHASAN
Sejak seorang wanita memasuki kehidupan berkeluarga, padanya harus sudah tertanam suatu keyakinan "SAYA HARUS MENYUSUI BAYI SAYA KARENA MENYUSUI ADALAH REALISASI DARI TUGAS YANG WAJAR DAN MULIA SEORANG IBU”
Sayang sekali keyakinan diatas, khususnya dikota-kota besar kelihatannyan sudah, mulai luntur. Di Indonesia, terutama di kola-kola besar, terlihat adanya tendensi penurunan pemberian dan penggunaan ASI, yang dikhawatirkan akan meluas ke pedesaan. Penurunan pemberian atau penggunaan ASi, dinegara kembang atau di pedesaan terjadi karena adanya kecenderungan dari masyarakat untuk meniru sesuatu yang dianggapnya modern yang datang dari negara yang telah maju atau yang datang dari kota besar.
Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi penggunaan ASI antara lain:
1. Perubahan sosial budaya
Ibu-ibu bekerja atau kesibukan sosial lainnya.
©2004Digitized by USU digital library 13
Kenaikan tingkat partisipasi wanita dalam angkatan kerja dan adanya emansipasi dalam segala bidang kerja dan di kebutuhan masyarakat menyebabkan turunnya kesediaan menyusui dan lamanya menyusui.
Meniru teman, tetangga atau orang terkemuka yang memberikan susu botol. Persepsi masyarakatkan gaya hidup mewah membawa dampak menurutnya kesediaan menyusui. Bahkan adanya pandangan bagi kalangan terentu bahwa susu botol sangat cocok buat bayi dan terbaik. Hal ini dipengaruhi oleh gaya hidup yang selalu mau meniru orang lain, atau tanya untuk prestise.
Merasa ketinggalan zaman jika menyusui bayinya.
Budaya modern dan perilaku masyarakat yang meniru negara barat mendesak para ibu untuk segera menyapih anaknya dan memilih air susu buatan sebagai jalan keluarnya.
2. Faktor psikologis
Takut kehilangan daya tarik sebagai seorang wanita.
Adanya anggapan para ibu bahwa menyusui akan merusak penampilan. Padahal setiap ibu yang mempunyai bayi selalu mengubah payudara, walaupun menyusui atau tidak menyusui.
Tekanan batin.
Ada sebagian kecil ibu mengalami tekanan batin di saat menyusui bayi sehingga dapat mendesak si ibu untuk mengurangi frekuensi dan lama menyusui bayinya, bahkan mengurangi menyusui.
3. Faktor fisik ibu
Alasan yang cukup sering basi ibu untuk menyusui adalah karena ibu sakit, baik sebentar maupun lama. Tetapi. sebenarnya jarang sekali ada penyakit yang mengharuskan berhenti menyusui. Dari jauh lebih berbahaya untuk mulai memberi bayi makanan buatan daripada membiarkan bayi menyusu dari ibunya yang sakit.
4. Faktor kurangnya petugas kesehatan, sehingga masyarakat kurang mendapat penerangan atau dorongan tentang manfaat pemberian ASI. Penyuluhan kepada masyarakat mengenai manfaat dan cara pemanfaatannya.
5. Meningkatkan promosi susu kaleng sebagai pengganti ASI.
Peningkatan sarana komunikasi dan transportasi yang memudahkan periklanan distribusi susu buatan menimbulkan tumbuhnya kesediaan menyusui dan lamanya baik di desa dan perkotaan. Distibusi, iklan dan promosi susu buatan berlangsung terus dan bahkan meningkat titik hanya di televisi, radio dan surat kabar melainkan juga ditempat-tempat praktek swasta dan klinik-klinik kesehatan masyarakat di Indonesia.
6. Penerangan yang salah justru datangnya dari petugas kesehatan sendiri yang menganjurkan penggantian ASI dengan susu kaleng.
Penyediaan susu bubuk di Puskesmas disertai pandangan untuk meningkatkan gizi bayi, seringkali menyebabkan salah arah dan meningkatkan pemberian susu botol.
Prornosi ASI yang efektif haruslah dimulai pada profesi kedokteran, meliputi pendidikan di sekolah-sekolah kedokteran yang menekankan pentingnya ASI dan nilai ASI pada umur 2 tahun atau lebih.
7. Faktor pengelolaan laktasi di ruang bersalin
Untuk menunjang keberhasilan laktasi, bayi hendaknya disusui segera atau sedini
mungkin setelah lahir. Namun tidak semua persalinan berjalan normal dan tidak semua dapat dilaksanakan menyusui dini.
©2004Digitized by USU digital library 14
Ada beberapa persalinan yang terpaksa tidak dapat berjalan lancar dan terpaksa dilakukan dengan tindakan persalinan misalnya seksio sesaria. Dengan mengingat hal diatas, pengelolaan laktasi dapat dikelompokkan 2 cara, yaitu persalinan normal dan persalinan dengan tindakan.
a. Persalinan normal
Pada persalinan normal, ibu dan bayi dalam keadaan sehat. Oleh karena itu, dapat segera dilaksanakan menyusui dini. Hal tersebut perlu oleh karena menyusui dini mempunyai beberapa manfaat baik terhadap ibu maupun terhadap bayi. Kalau bisa bayi disusukan ke kedua puting ibu secara bergantian. Setelah jalan nafasnya dibersihkan, usahakan menyusui sedini mungkin dan tidak melebihi waktu lewat ½ jam sesudah lahir.
b. Persalinan dengan tindakan
Dapat dikelompokkan menjadi 2 bagian masalah :
1. Persalinan dengan tindakan narkosa misalnya seksio sesaria menyusui dini perlu ditunda sampai pasien sadar, karena ASI pada ibu dan tindakan ini mempunyai efek terhadap bayi. Misalnya bayi menjadi mengantuk sehingga malas menyusu. Sebaiknya sesudah ibu sadar ditanyakan dahulu untuk menyusui bayinya pada saat tersebut.
2. Persalinan dengan tindakan tanpa narkosa. Persalinan dengan tindakan tanpa narkosa yang kemungkinan mempunyai pengaruh pada bayi. Dalam hal ini bayi tidak dapat menyusui secara aktif , oleh karena itu ASI diberi secara aktif pasif yaitu dengan pipet/sendok. Walaupun demikian bila keadaan bayi memungkinkan untuk diangkat menyusui dini dapat dilakukan seperti biasa. Pendapat daripada ahli-ahli kesehatan dan kebiasaan rumah-rumah sakit mempunyai dampak terhadap pendapat para ibu tentang alternatif pemberian susu kepada bayi. Terutama bagi ibu-ibu yang melahirkan perlu sekali diberi penyuluhan tentang cara-cara pemberian ASI yang menjamin kelancaran produksi ASI sejak bayi lahir.
8. Faktor lain
Ada beberapa bagian keadaan yang tidak memungkinkan ibu untuk menyusui bayinya walaupun produksinya cukup, seperti :
a. Berhubungan dengan kesehatan seperti adanya penyakit yang diderita sehingga dilarang oleh dokter untuk menyusui, yang dianggap baik untuk kepentingan ibu (seperti : gagal jantung, Hb rendah)
b. Masih seringnya dijumpai di rumah sakit (rumah sakit bersalin) pada hari pertama kelahiran oleh perawat atau tenaga kesehatan lainnya, walaupun sebagian besar daripada ibu-ibu yang melahirkan di kamar mereka sendiri, hampir setengah dari bayi mereka diberi susu buatan atau larutan glukosa.
Di kota-kota besar di dunia ditemukan adanya kecenderungan menurunnya angka ibu menyusui anaknya yang dilewati dengan kecenderungan memberikan susu
botol sebagian besar disebabkan oleh gaya hidup mewah. Banyak diantara penduduk kota menikmati standar hidup setingkat dengan keluarga masyarakat yang hidup mewah di negara barat, misal pengusaha, pedagang, pejabat, petugas dan para pemimpin politik. Para dokter dan petugas kesehatan yang memelihara gaya hidup ini bersemangat untuk menganjurkan dan menggalakkan praktek-praktek yang dianggap maju dan modem. Kecenderungan memberikan pemberian ASI ini disebabkan gaya hidup tersebut.
Peranan petugas rumah sakit
Sebagaimana halnya pengalaman dibanyak negara didunia bahwa penurunan pemberian ASI ada hubungannya dengan cara-cara yang dilakukan di rumah sakit, sikap dan perhatian para ahli kesehatan yang berkaitan dengan menyusui sangat
©2004Digitized by USU digital library 15
diperlukan, terutama dalam menghadapi promosi-promosi pabrik pembuat susu formula bayi.
Posisi strategis dari peranan instansi kesehatan dan para petugas kesehatan di Indonesia terutama di rumah sakit-rumah sakit sangat bermanfaat bagi pelaksanaan kegiatan operasional pemasyarakatan ASI.
Peranan petugas kesehatan khususnya di rumah sakit dimana ibu ditolong dalam melahirkan sangat menentukan tentang cara memberi yang baik. Penerangan
mengenai pemberian ASI oleh petugas kesehatan tentang pemberian ASI yang pertama keluar (kolostrum) sangat diperlukan oleh karena pengalaman yang ditemukan selama ini kolostrum biasanya dibuang. Peranan petugas kesehatan sangat diperlukan dalam hal penyuluhan mengenai cara merawat dan membersihkan payudara dan agar ibu tetap terus menyusui anaknya agar ASI-nya keluar dan memberi penerangan agar ibu tidak memberi susu kaleng kepada bayi/anak serta nasehat tentang gizi, makanan yang bergizi untuk ibu menyusui.
Peranan petugas dalam pendidikan kesehatan pada keluarga khususnya ibu Pendidikan kesehatan tidak hanya berupa bimbingan pribadi tetapi juga
pendidikan umum bagi masyarakat. Petugas kesehatan harus mencoba mendidik masyarakat mengenai cara menyusui dan apa yang harus dilakukan oleh si ibu. Akan tetapi petugas kesehatan harus mengetahui masyarakat yang bagaimana di tempat dia bekerja dan harus diketahui pula apa yang telah dilakukan masyarakat untuk kesehatan mereka sendiri termasuk kebiasaan pemberian makan basi bayi dalam keluarga/rnasyarakat yang bersangkutan.
Pendidikan kesehatan dapat diberikan pada masyarakat/keluarga dengan
beberapa cara, antara lain:
1. Bekerja sama dengan dukun bersalin dan memberi penerangan agar ibu tidak memberi susu kaleng kepada bayi/anak serta nasehat tentang gizi makanan yang bergizi untuk ibu menyusui.
Pendidikan kesehatan tidak hanya diberikan oleh petugas kesehatan, tetapi bisa juga didapat dari dukun bersalin. Dibeberapa tempat, orang yang paling dapat menolong adalah dukun bersalin. Banyak dukun bersalin mengajarkan pada ibu untuk segera menaruh bayi pada payudara secepat mungkin setelah melahirkan dan menyusui atas permintaan. Kadang-kadang dukun bersalin ini mencela para ibu muda yang membiarkan bayi menunggu. Dukun bersalin tahu bahwa menyusui segera setelah melahirkan akan membantu menolong mengeluarkan uri dan menghentikan pendarahan. Mereka juga tahu bahwa terus menyusui akan membantu rnemperlambat terjadinya kehamilan baru. Mereka memberikan para ibu dukungan praktis dan dukungan emosional dan memberi ibu minuman hangat bergizi seperti sup untuk membantu ASI mengalir. Beberapa dukun bersalin mengetahui cara memeras ASI untuk mengetahui bendungan payudara. Mereka mengerti bahwa bila bayi disusui lebih sering, payudara akan menghasilkan ASI lebih banyak.
Dukun bersalin memberi lebih banyak dukungan dan rawatan kepada ibu-ibu baru melahirkan daripada petugas kesehatan profesional. Petugas kesehatan harus mendorong dukun bersalin untuk mau bekerja sama sehingga petugas dapat menganjurkan dukun bersalin untuk mengubah kebiasaan yang betul-betul merugikan, misalnya: petugas kesehatan mungkin mendapatkan beberapa dukun bersalin selalu memberikan makanan tambahan bila bayi menangis. Oleh karena itu, penting sekali bagi petugas kesehatan untuk berbicara dengan dukun bersalin bahwa tidak baik untuk memberikan makanan tambahan terlalu dini dan ada cara lain untuk membantu seorang ibu dan bayi yang menangis.
©2004Digitized by USU digital library 16
2. Bekerja melalui kelompok dalam masyarakat
Petugas kesehatan harus berbicara dengan masyarakat setempat mengenai apa yang hendak dilakukannya. Petugas kesehatan perlu mencari kelompok-kelompok yang ada dalam masyarakat seperti kelompok jemaat atau kelompok wanita yang dapat diajak berbicara.
3. Menyuluh ibu-ibu yang datang ke BKIA
Petugas kesehatan harus selalu yakin bahwa menyusui merupakan topik yang harus dimasukkan dalam penyuluhan di BKIA, diruang rawat jalan rumah sakit, di puskesmas. Tidak perlu berbicara mengenai menyusui setiap minggu. Sebaiknya menyusui merupakan salah satu topik dalam rencana pendidikan kesehatan. Petugas kesehatan harus mencoba untuk berdiskusi dengan ibu bukan berceramah.
4. Melalui penggunaan media
Dapat digunakan surat kabar, televisi dan radio untuk menyampaikan pesan tentang menyusui anak. Cara ini paling mudah dilakukan di kota-kota besar
5. Menggunakan selebaran dan poster
Pendidikan kesehatan dapat dilakukan oleh petugas kesehatan dengan cara menempelkan poster menyusui yang baik di rumah sakit dan puskesmas. Dan dapat membagikan selebaran bagi pasien untuk dapat dibaca agar membantu masyarakat untuk selalu ingat akan pesan-pesan yang benar.
Kurangnya petugas kesehatan yang bertugas di perkotaan terutama dipedesaan menyebabkan kurangnya pengetahuan ibu-ibu terhadap fungsi-fungsi ASI pada anaknya. Petugas kesehatan yang seyogjanya memberikan penyuluhan mengenai manfaat ASI kurang merata distribusinya sehingga persepsi dan pengetahuan tentang ASI sangat minim. Di masyarakat banyak dijumpai kebiasaan ibu-ibu yang bertentangan dengan kesehatan dalam pemberian ASI. Kebiasaan-kebiasan tersebut antara lain:
1. Adanya kebiasaan masyarakat membuang kolostrum (susu pertama) karena anggapan kolostrum tersebut menyebabkan penyakit bagi sibayi padahal meningkatkan kesehatan. Kolostrum merupakan yang paling tinggi gizi dan zat kekebalannya.
2. Adanya anggapan masyarakat bahwa ASI bisa basi. Padahal dari medisnya ASI tidak pernah basi dalam payudara walau ibu tidak menyusui bayinya selama beberapa hari.
Alasan yang cukup sering bagi ibu untuk berhenti menyusui karena ibu sakit tetapi jarang sekali ada penyakit yang mengharuskan berhenti menyusui.
BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
4.1 Kesimpulan
1. Pemberian ASI oleh ibu melahirkan dipengaruhi oleh faktor-faktor sosial budaya, psikologis, fisik si ibu, kurangnya petugas kesehatan dan gencarnya promosi susu kaleng.
2. Terdapat kecenderungan menurunnya lamanya menyusui. Hal ini ada kaitan tingkat partisipasi wanita dalam angkatan kerja maupun akibat gencarnya promosi dari periklanan susu buatan serta luasnya distribusi susu buatan.
3. Masih kurang pengetahuan ibu terhadap manfaat-manfaat ASI pada anaknya dimana sering dijumpai kebiasaan yang bertentangan dalam hal pemberian ASI.
©2004Digitized by USU digital library 17
4. Kecenderungan menurunnya angka ibu menyusui terutama di kota-kota besar diakibatkan oleh gencarnya promosi dan luasnya distribusi susu kaleng.
5. Peranan, sikap dan perhatian petugas kesehatan sangat diperlukan berkaitan dengan menyusui.
6. Pendidikan kesehatan pada keluarga (masyarakat) dapat dilakukan oleh petugas melalui beberapa cara antara lain: kerjasama dengan dukun bersalin, bekerja melalui kelompok dalam masyarakat, menyuluh ibu-ibu yang datang ke BKIA, melalui penggunaan media dan melalui selebaran atau poster.
4.2 Saran
1. Hendaknya praktek-praktek promosi pemberian ASI dikontrol seketat mungkin agar tidak menyesatkan masyarakat.
2. Hendaknya petugas masyarakat mengurangi pemberian pemasaran susu botol kepada ibu bayi.
3. Jumlah tenaga kesehatan seharusnya ditambah agar pengetahuan masyarakat mengenai pemberian ASI akan Meningkat.
BAB V
PENUTUP
ASI selalu merupakan makanan terbaik untuk bayi walaupun ibu sedang sakit, hamil, haid atau kurang gizi. ASI mengandung semua zat gizi, yang diperlukan bayi dalam 4-6 bulan pertama kehidupan, dianjurkan agar pada masa ini bayi hanya diberikan ASI.
Dewasa ini, terdapat kecenderungan menurunnya frekuensi dan lamanya menyusui. Hal ini ada kaitannya dengan emansipasi wanita dalam dunia kerja dimana tingkat partisipasi wanita dalam angkatan kerja meningkat. Penurunan juga disebabkan oleh gencarnya promosi perikanan susu buatan serta luasnya distribusi susu buatan.
Pemberian ASI pada bayi dipengaruhi oleh banyak faktor, antara lain: perubahan sosial budaya, psikologis, fisik ibu, kurangnya petugas kesehatan, meningkatnya promosi susu kaleng sebagai pengganti ASI (PASI), penerangan yang
salah dari petugas kesehatan.
DAFTAR PUSTAKA
Soetjiningsih, Dr. DSAK, ASI, Penerbit buku kedokteran, Jakarta, 1997
Khumaidi M, Gizi Masyarakat, PT. BPK Gunung Mulia, Jakarta, 1994
King F. Savage, Menolong Ibu menyusui, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta,1993
Brinch Jennifer, MPH, Menyusui Bayi dengan Baik dan Berhasil, Gaya Favorit Press, Jakarta, 1986 .
Ebraim G.J, ASI, Yayasan Essentia Media, Jogyakarta, 1986
©2004Digitized by USU digital library 18
Diposting oleh romli di 14.10 0 komentar
© Blogger templates 'Sunshine' by Ourblogtemplates.com 2008
Back to TOP